
Kasus Arisan Bodong di Cirebon: Korban Mengadu ke Polisi
Di tengah kota Cirebon, sejumlah korban arisan bodong yang terjadi sejak tahun 2024 lalu, mengeluhkan kesulitan mereka dalam menuntut keadilan. Mereka berkumpul di sebuah kafe di Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, pada hari Kamis (23/10/2025) malam. Para korban ini, sebagian besar adalah ibu rumah tangga, mengungkapkan kerugian yang dialami akibat tindakan terduga pelaku berinisial YG.
Nathasya, yang mewakili para korban, menjelaskan bahwa mereka telah melaporkan kasus ini ke Polresta Cirebon pada tanggal 20 Agustus 2024. Namun, hingga saat ini belum ada informasi resmi atau perkembangan dari penyidik. Ia menyebutkan bahwa proses penyidikan masih belum sampai ke tahap P21.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
- Masih banyak korban yang merasa tidak puas dengan proses hukum yang berlangsung. "Kami hanya meminta keadilan," ujar Nathasya.
- Beberapa korban mengalami kerugian hingga puluhan bahkan ratusan juta rupiah.
- Selain itu, masih banyak korban lainnya yang belum teridentifikasi dan mungkin juga mengalami kerugian serupa.
Nathasya juga meminta kepada Polresta Cirebon agar segera menangani kasus ini. Menurutnya, banyak korban yang tinggal jauh dari kota Cirebon dan harus sering kali melakukan perjalanan untuk memantau perkembangan kasus ini.
- "Kami memohon kepada Kapolresta Cirebon untuk memberikan update secepatnya," katanya.
- Ia juga menyampaikan bahwa Yose Gasela, terduga pelaku, saat ini berada di Bandung.
- "Apakah kita harus memviralkan kasus ini dulu atau bagaimana? Kami hanya ingin keadilan," tambahnya.
Modus Penipuan Berkedok Lelang Arisan
Menurut Nathasya, modus penipuan ini dilakukan dengan dalih lelang arisan. Meski disebut sebagai lelang arisan, sebenarnya ini adalah bentuk titip dana yang disampaikan dengan bahasa yang berbeda.
- "Jadi, seperti titip dana, tapi dibedakan bahasanya saja," jelas Nathasya.
- Pelaku menawarkan nominal tertentu, misalnya 25 juta, namun akan diberi 30 juta bulan depan. Ini membuat korban tertarik.
- Namun, ternyata tidak ada grup resmi atau mekanisme yang jelas. Dari pengakuan korban, jumlah korban mencapai 200 orang, bahkan ada yang mengalami kerugian hingga 2 miliar rupiah.
Pengakuan Korban
Salah satu korban, Sita, menjelaskan bahwa ia tidak ikut dalam arisan secara langsung, tetapi hanya tergiur oleh tawaran lelang arisan.
- "Awalnya, saya hanya mengikuti lelangnya saja. Dia mengiming-imingi bahwa ada lebihan banyak," kata Sita.
- Contohnya, jika seseorang ingin mendapatkan arisan, tetapi butuh uang, maka bisa dijual murah kepada korban. Misalnya, 20 juta akan diberi 25 juta.
- Awalnya, Sita mendapat untung beberapa kali, tetapi setelah Agustus 2024, ia curiga karena sudah mengeluarkan banyak uang, tetapi tidak lagi mendapatkan hasil. Akhirnya, pelaku kabur.
Dari pengakuan para korban, terlihat bahwa modus penipuan ini sangat menggiurkan, tetapi pada akhirnya menimbulkan kerugian besar bagi para korban. Mereka berharap pihak berwajib segera menyelesaikan kasus ini agar keadilan dapat ditegakkan.