Danantara bergabung dalam proyek energi hijau, siap investasi ke PLN EBT

admin.aiotrade 22 Des 2025 3 menit 32x dilihat
Danantara bergabung dalam proyek energi hijau, siap investasi ke PLN EBT


aiotrade
Kolaborasi Strategis Danantara Indonesia dan PLN dalam Pengembangan Energi Baru Terbarukan

Danantara Indonesia, yang merupakan Badan Pengelola Investasi Daya Anugraha Nusantara, sedang menjajaki peluang investasi strategis di sektor energi baru terbarukan (EBT) bersama PT PLN (Persero). Penjajakan ini dilakukan melalui Danantara Investment Management (DIM) terhadap proyek-proyek pembangkit EBT yang dikembangkan oleh anak perusahaan PLN, yaitu PLN Nusantara Renewables (PLN NR) dan PLN Indonesia Power Renewables (PLN IPR).

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Mengikuti Tantangan Perubahan Iklim dan Kebutuhan Transisi Energi

Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, menyampaikan bahwa rencana investasi ini sejalan dengan tantangan perubahan iklim global serta kebutuhan Indonesia untuk bertransisi menuju sistem energi yang lebih bersih dan berkelanjutan. Upaya tersebut juga selaras dengan arah kebijakan nasional dalam memperkuat bauran energi bersih dan menurunkan emisi karbon, sebagaimana tertuang dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 yang disusun PLN.

Menurut Pandu, sektor energi terbarukan memiliki multiplier effect yang signifikan, tidak hanya dari sisi perlindungan lingkungan, tetapi juga peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, penguatan ketahanan energi nasional, hingga penciptaan lapangan kerja hijau.

“Danantara Indonesia berkomitmen mendukung pembangunan energi masa depan Indonesia melalui investasi yang tidak hanya berfokus pada imbal hasil finansial, tetapi juga pada keberlanjutan bagi generasi mendatang. Energi baru terbarukan merupakan sektor kunci dalam memastikan sistem energi yang lebih sehat, bersih, dan berkelanjutan,” ujar Pandu dalam keterangannya di Jakarta, Senin (22/12).

Pertanda Awal Kerja Sama yang Kuat

Ia menambahkan, penandatanganan Head of Agreement (HoA) antara Danantara Indonesia dan PLN menjadi tonggak awal dalam menjajaki kebutuhan investasi strategis yang besar guna mendorong pengembangan EBT yang andal. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam mewujudkan swasembada energi, transformasi hijau, serta menyikapi dampak perubahan iklim.

"Ini menjadi tahap awal dari penjajakan kerja sama investasi, sementara rincian struktur dan skema investasi akan diumumkan kemudian sesuai ketentuan hukum dan hasil uji tuntas para pihak," jelas Pandu.

Dukungan Pembiayaan Berkelanjutan untuk Transisi Energi

Sementara itu, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menegaskan bahwa transisi energi nasional membutuhkan kolaborasi yang kuat serta dukungan pembiayaan yang berkelanjutan. Menurutnya, transisi energi tidak dapat dilakukan secara parsial oleh satu pihak.

“Kehadiran Danantara Indonesia memperkuat langkah PLN dalam mengembangkan energi terbarukan secara lebih terstruktur, sekaligus memastikan proyek-proyek hijau yang tercantum dalam RUPTL dapat berjalan tepat waktu dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat serta sistem ketenagalistrikan nasional,” ujar Darmawan.

Target EBT yang Ambisius dalam RUPTL 2025–2034

Untuk diketahui, dalam RUPTL 2025–2034, PLN menetapkan rencana penambahan kapasitas pembangkit listrik baru sebesar 70 gigawatt (GW) dengan sekitar 76 persen di antaranya berasal dari energi terbarukan. Melalui kerja sama ini, Danantara Indonesia dan PLN akan menggabungkan kapabilitas investasi serta keahlian operasional di sektor ketenagalistrikan untuk mendorong pencapaian target energi terbarukan nasional secara lebih optimal.

PLN juga memproyeksikan penambahan kapasitas pembangkit sebesar 20 GW membutuhkan total investasi sekitar Rp 600 triliun atau setara USD 36 miliar. Dengan kolaborasi ini, harapan besar terbuka untuk mencapai visi Indonesia sebagai negara yang mandiri dan berkelanjutan dalam pengelolaan energi.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan