Danantara Berharap Garuda Indonesia Terbang Semua Pesawat pada 2026

admin.aiotrade 14 Nov 2025 2 menit 18x dilihat
Danantara Berharap Garuda Indonesia Terbang Semua Pesawat pada 2026

Target Garuda Indonesia Kembali Beroperasi Penuh pada 2026

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) memiliki target ambisius untuk membawa seluruh armada Garuda Indonesia kembali terbang pada tahun 2026. Managing Director Danantara Indonesia, Febriany Eddy, menyampaikan bahwa saat ini banyak pesawat yang masih terparkir di hangar sejak pandemi Covid-19 hingga saat ini.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Target kami adalah tahun depan semua yang hari ini grounded semuanya bisa terbang, tentu bertahap ya,” ujarnya saat ditemui di kantornya pada Jumat, 14 November 2025.

Febriany menjelaskan bahwa suntikan dana terbaru dari Danantara untuk Garuda Indonesia sebagian besar dialokasikan untuk perawatan pesawat. Banyak pesawat yang tidak bisa terbang karena belum melakukan perawatan yang dibutuhkan.

Dampak dari tidak beroperasionalnya pesawat sejak beberapa tahun lalu adalah hilangnya pendapatan. Namun, maskapai tetap harus membayar biaya sewa pesawat dan lain-lain. Operasional sebelumnya juga menyebabkan kerugian besar bagi maskapai. “Setiap hari menunda, maka semakin besar lubang yang harus ditutup,” tambahnya.

Menurut situs resmi Garuda Indonesia, saat ini terdapat 77 pesawat yang terdiri dari Boeing 777-300ER, Boeing 737-800NG, Airbus A330-200, Airbus A330-300, dan Airbus A330-900neo. Rata-rata usia pesawat adalah 13,06 tahun per tanggal 31 Mei 2025.

Danantara telah menambah modal sebesar Rp 23,67 triliun dari PT Danantara Asset Management. Modal tersebut terdiri atas setoran tunai sebesar Rp 17,02 triliun dan konversi utang sebesar Rp 6,65 triliun. Keputusan ini disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar di Auditorium Gedung Manajemen Garuda Indonesia, Tangerang, Rabu, 12 November 2025.

Dari total Rp 23,67 triliun, sekitar Rp 8,7 triliun (37 persen) akan dialokasikan untuk kebutuhan modal kerja Garuda Indonesia, seperti perawatan dan pemeliharaan pesawat. Sementara itu, Rp 14,9 triliun (63 persen) dialokasikan untuk mendukung operasional anak perusahaan—Citilink, yang terdiri atas Rp 11,2 triliun untuk modal kerja dan Rp 3,7 triliun untuk pelunasan kewajiban pembelian bahan bakar kepada Pertamina untuk periode 2019–2021.

Febriany mengatakan biaya tambahan untuk perawatan tersebut tidak bisa ditunda lagi, karena kerugian perusahaan sudah besar. “Kami akan ikut monitor dan tidak akan bekerja bersama dengan tim manajemen Garuda Indonesia,” tuturnya.

Meskipun pesawat milik Garuda Indonesia banyak yang terparkir, Febriany juga mengungkap armada Citilink lebih banyak yang tidak beroperasi. Maka dengan adanya dana tambahan, diharapkan armada kedua maskapai bisa kembali terbang semua dan sesama anak perusahaan tidak saling ‘mematikan’ usaha di rute tertentu.

“Garuda dan Citilink itu tidak murni sinergi, makanya itu juga salah satu transformasi yang kami lakukan,” tambahnya.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan