Rencana Penggabungan Tiga Maskapai Plat Merah
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) sedang mematangkan rencana penggabungan atau holdingisasi tiga maskapai plat merah, yaitu Garuda Indonesia, Citilink, dan Pelita Air. Rencana ini diharapkan segera terwujud pada semester pertama tahun 2026. Managing Director Stakeholders Management Danantara, Rohan Hafas, menyampaikan bahwa penggabungan ini sangat krusial untuk mendapatkan tambahan pendapatan tanpa perlu menambah armada pesawat.
Tujuan Holdingisasi
Holdingisasi bertujuan menciptakan sistem tunggal dalam pemesanan tiket, poin loyalitas (mileage), hingga pendaftaran penumpang. Menurut Rohan Hafas, integrasi tersebut akan mempermudah pengalihan penumpang jika terjadi kelebihan muatan (overbooked) di satu maskapai ke maskapai lainnya dalam grup yang sama, ketimbang beralih ke maskapai pesaing.

Mengoptimalkan Rute Populer
Danantara menyoroti kondisi saat ini, di mana ketiga maskapai milik negara sering terbang di rute populer yang sama, namun dengan tingkat keterisian kursi yang hanya menyentuh 60 persen. Dengan holdingisasi, frekuensi penerbangan di rute gemuk seperti Jakarta-Surabaya bisa dirampingkan menjadi satu penerbangan yang penuh, mirip dengan skema aliansi maskapai internasional.
"Kalau mau beli pesawat sebetulnya, tapi pesawat itu di seluruh dunia antre siapa pun, airline mana pun, biasanya 7 tahun. Makanya nomor satu tadi merger dulu lebih bagus, digabung supaya jumlah armadanya itu efisien," ujarnya.
Bentuk Kerja Sama yang Masih Dikaji
Terkait bentuk kerja samanya, Danantara masih menghitung apakah ketiga maskapai tersebut akan dilebur menjadi satu entitas hukum (PT) atau sekadar aliansi operasional.
"Karena itu harus berhitung ya, bukan sekedar gabung atau beraliansi. Karena itu masalah tax, masalah pembukuan, masalah menggabungkan itu gak mudah," tutur Rohan Hafas.
Sekalipun nantinya tetap berdiri sebagai perusahaan penerbangan yang berbeda, Danantara berencana menyatukan sistem perawatan (maintenance), layanan darat (ground handling), hingga penggunaan kru pesawat.
"Jadi keputusannya itu berdasarkan keluar hasil akhirnya itu efisiensinya di mana, berapa, yang mana yang lebih efisien? menggabungkan menjadi satu PT, atau aliansi coworking lah ya, satu kolega aja, kolaborasi aja," kata dia.

Garuda sebagai Induk Holding
Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria sebelumnya mengatakan, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) akan menjadi induk dari holding maskapai BUMN tersebut.
"Iya Garuda Indonesia induk, (bawahnya) ada Citilink, ada Pelita," kata Dony di Jakarta, Selasa (10/2).
Danantara menargetkan konsolidasi ketiga maskapai, Garuda Indonesia, Citilink Indonesia, dan Pelita Air Service menjadi satu holding rampung pada kuartal I-2026.
"Garuda di kuartal I (2026) ini sudah pindah, cepat mereka," ucap Dony.

Opsi Pembelian Pesawat Boeing
Danantara juga mengungkap opsi Garuda untuk membeli 50 pesawat Boeing dengan mencicil. Hal ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan efisiensi dan kapasitas operasional.
Garuda juga menunggu keputusan Danantara soal merger dengan Pelita Air. Sementara itu, Pelita Air siap mengikuti keputusan merger dengan Garuda Indonesia.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar