Danantara: BUMN Poles Lapkeu, Siap-Siap Kena Koreksi

admin.aiotrade 21 Okt 2025 2 menit 12x dilihat
Danantara: BUMN Poles Lapkeu, Siap-Siap Kena Koreksi

aiotrade.app , JAKARTA — Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia mengumumkan rencana untuk melakukan perbaikan terhadap laporan keuangan sejumlah perusahaan pelat merah. Langkah ini dilakukan karena ditemukan adanya manipulasi pada data keuangan yang sengaja disusun agar tampak lebih baik dari kondisi sebenarnya.

CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menjelaskan bahwa tindakan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat tata kelola keuangan di seluruh BUMN. Ia menilai masih ada beberapa laporan keuangan yang tidak mencerminkan realitas sebenarnya. Praktik seperti ini dinilai sebagai kebiasaan lama yang harus segera diperbaiki agar semua entitas BUMN memiliki standar transparansi yang lebih baik.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Tahun depan saya akan melakukan koreksi beberapa buku perusahaan BUMN, termasuk yang besar-besar, karena pelaporannya tidak sesuai dan tidak benar,” ujar Rosan dalam acara HIPMI–Danantara Business Forum 2025, Senin (20/10/2025).

Rosan menekankan bahwa praktik “mempercantik buku” atau memperindah laporan keuangan untuk menunjukkan laba yang tinggi tidak lagi bisa diterima di bawah kepemimpinan Danantara Indonesia. Ia menegaskan bahwa hal tersebut tidak boleh dilakukan lagi oleh BUMN.

“Di bawah Danantara, di bawah pimpinan saya, tidak ada lagi di BUMN yang melakukan hal-hal mempercantik buku atau kelihatan profitnya gede tapi bagi dividennya harus pinjam duit dulu. Dan ini berlaku,” tambahnya.

Menurut Rosan, praktik manipulasi laporan keuangan sering terjadi karena adanya insentif berupa tantiem bagi komisaris yang dikaitkan langsung dengan laba perusahaan. Untuk itu, Danantara Indonesia menghapus sistem bonus tersebut agar pengawasan tetap terjaga dan biaya operasional lebih efisien.

Sebelumnya, Rosan menyampaikan bahwa kebijakan penghapusan tantiem bagi dewan komisaris BUMN yang diterapkan oleh Danantara Indonesia diklaim mampu menghemat dana hingga US$500 juta atau sekitar Rp8,31 triliun per tahun. Keputusan ini diambil setelah dilakukan perbandingan dengan praktik di sejumlah negara Asia Tenggara (ASEAN) dan dunia.

Hasilnya, kata Rosan, Indonesia dinilai perlu melakukan penyesuaian standar remunerasi agar lebih efisien dan sejalan dengan tata kelola global. Ide tersebut kemudian disambut positif oleh Presiden Prabowo Subianto.

“Setelah dibandingkan dengan praktik di negara-negara ASEAN dan dunia, Presiden menyetujui penghapusan bonus. Hasilnya, dari sekitar 5.000 komisaris di 1.000 perusahaan, kebijakan ini menghemat sekitar US$500 juta per tahun,” ujarnya dalam Forbes Global CEO Conference di Jakarta, Selasa (14/10/2025).

Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan