Danantara mengakuisisi hotel dan properti di Makkah

admin.aiotrade 15 Des 2025 3 menit 33x dilihat
Danantara mengakuisisi hotel dan properti di Makkah

Penjelasan Lengkap Akuisisi Danantara di Makkah

Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) mengumumkan akuisisi Thakher Development Company di Makkah, Arab Saudi. Proses ini mencakup aset perhotelan dan real estat yang berlokasi di dalam kawasan Thakher City. Lokasi tersebut berjarak sekitar 2,5 kilometer dari Masjid Al-Haram.

Akuisisi dilakukan melalui Danantara Investment Management (DIM). Dalam perjanjian tersebut, DIM melakukan akuisisi Novotel Makkah Thakher City, yang memiliki 1.461 kamar. Selain itu, juga dilakukan akuisisi 14 bidang tanah seluas total sekitar 4,4 hektare (ha) yang dialokasikan untuk pengembangan di masa depan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Fasilitas Hotel yang Diakuisisi

Hotel yang diakuisisi memiliki jumlah kamar yang sangat besar, yaitu 1.461 kamar. Hal ini menunjukkan bahwa proyek ini akan menjadi salah satu fasilitas penting bagi para jemaah haji dan umrah. Dengan jumlah kamar yang cukup besar, hotel ini mampu menampung banyak jemaah sekaligus, sehingga dapat meningkatkan kenyamanan dan pelayanan.

Selain itu, kehadiran hotel ini juga akan mendukung pengembangan infrastruktur di sekitar Masjid Al-Haram. Dengan lokasi yang strategis, hotel ini akan memudahkan akses para jemaah menuju tempat ibadah utama di Makkah.

Rencana Pengembangan Kampung Haji

Lebih lanjut, bidang-bidang tanah yang diakuisisi direncanakan untuk dikembangkan dalam suatu master plan terpadu yang mencakup fasilitas perhotelan, ritel, dan sarana pendukung lainnya. Rencana ini selaras dengan kerangka pengembangan urban di Kota Makkah.

Danantara sejak awal membeberkan wacana pembangunan kampung haji di Makkah. Dalam rencananya, Danantara mengincar lahan seluas 80 ha. Meskipun kepemilikan atas aset-aset yang diidentifikasi telah diformalkan melalui perjanjian ini, pengembangan berikutnya akan dilaksanakan secara bertahap, berdasarkan kajian kelayakan yang komprehensif, pertimbangan regulasi, serta standar tata kelola yang prudent.

Proses Akuisisi Hotel dan Real-Estet di Makkah

Adapun proses akuisisi itu didukung oleh Al Khomasiah Real Estate Development sebagai mitra pengembangan lokal strategis. Lembaga itu membantu memastikan keselarasan dengan regulasi yang berlaku, praktik pengembangan, serta pertimbangan perencanaan jangka panjang di Kerajaan Arab Saudi.

Kajian awal menunjukkan, pengembangan aset-aset yang diakuisisi itu berpotensi mendukung penyediaan akomodasi dan layanan bagi jemaah haji dan umrah Indonesia. Seluruh tahapan pengembangan tersebut akan dilaksanakan melalui koordinasi dengan otoritas terkait di Arab Saudi dan Indonesia, sejalan dengan proses perizinan dan tata kelola yang berlaku.

Koordinasi dengan Pemerintah Arab Saudi

Lebih lanjut, seluruh tahapan tersebut akan dilaksanakan melalui koordinasi erat dengan otoritas terkait di Arab Saudi dan Indonesia. Seiring dengan itu, Danantara Indonesia juga tengah berkoordinasi dengan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi melalui Royal Commission for Makkah City and Holy Sites (RCMC) dalam proses penawaran (bidding), yang sedang berjalan sebagai bagian dari tahapan pertama pengembangan kerja sama jangka panjang tersebut.

Dengan adanya akuisisi ini, Danantara berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan layanan bagi para jemaah haji dan umrah dari Indonesia. Proyek ini juga merupakan langkah penting dalam memperkuat hubungan antara Indonesia dan Arab Saudi dalam bidang investasi dan pengembangan infrastruktur.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan