
Proyek Waste to Energy Membutuhkan Investasi Besar
Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan P Roeslani menyampaikan bahwa kebutuhan investasi untuk merealisasikan proyek mengubah sampah menjadi energi atau waste to energy (WTE) mencapai Rp 91 triliun. Angka ini diperkirakan akan digunakan untuk penerapan WTE di 33 daerah.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Rosan menjelaskan, angka investasi sebesar itu direncanakan untuk dilaksanakan di berbagai wilayah. Ia menyampaikan pernyataannya dalam acara Indonesia International Sustainably Forum (ISF) 2025 di Jakarta, Jumat (10/10/2025).
Minat dari Perusahaan Asing dan Lokal
Rosan juga menunjukkan adanya minat yang kuat dari berbagai perusahaan, baik lokal maupun asing, untuk berkontribusi dalam proyek WTE ini. Meskipun tidak menyebutkan nama perusahaan secara spesifik, ia mengungkapkan asal negara dari beberapa perusahaan tersebut.
"Ada perusahaan dalam dan luar negeri, termasuk perusahaan Tbk yang juga berasal dari dalam dan luar negeri. Dari luar negeri, ada perusahaan dari China, Korea, Belanda, Jerman, Jepang, Australia, Singapura, dan Malaysia," ujarnya.
Ia mengakui bahwa antusiasme dari pihak asing terhadap proyek ini cukup tinggi. "Banyaknya minat dari pihak asing membuat saya terkejut juga," tambahnya.
Peluncuran di 10 Daerah Pertama
Proyek WTE akan dimulai dari 10 daerah pertama. Kesepuluh daerah tersebut telah disepakati bersama Kementerian Lingkungan Hidup. Pemilihan daerah dilakukan berdasarkan ketersediaan sampah dan air bersih.
Salah satu daerah yang dipilih adalah Jakarta. Rosan menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan gubernur, wali kota, dan bupati di berbagai daerah.
"Kita sudah berbicara dengan para gubernur, wali kota, dan bupati, sehingga ada 10 daerah yang akan kita mulai launching pertama," jelasnya.
"Setelah itu, akan diikuti oleh daerah-daerah lainnya. Namun, 10 daerah ini rencananya akan menjadi awal dari peluncuran proyek ini," tambah Rosan.
Potensi dan Tantangan
Dengan proyek WTE, diharapkan dapat memberikan solusi terhadap masalah sampah yang semakin meningkat di berbagai daerah. Selain itu, proyek ini juga bertujuan untuk menghasilkan energi yang ramah lingkungan.
Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah koordinasi antara pemerintah daerah dan investor. Selain itu, masyarakat juga perlu diberikan edukasi tentang pentingnya pengelolaan sampah secara efisien.
Meski begitu, antusiasme dari berbagai pihak menunjukkan bahwa proyek ini memiliki potensi besar untuk sukses. Dengan dukungan dari pemerintah dan partisipasi aktif dari masyarakat, proyek WTE diharapkan bisa menjadi contoh inovasi yang berkelanjutan.