
Dividen Interim dari Bank BUMN yang Membawa Keuntungan Besar
Dua bank besar milik negara, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), akan segera membayarkan dividen interim kepada para pemegang sahamnya pada pekan kedua Januari 2026. Hal ini menjadi kabar gembira bagi investor, khususnya Danantara, yang merupakan pemegang saham mayoritas dari kedua bank tersebut.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Danantara, yang merupakan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara, akan menerima pendapatan sebesar Rp 15,89 triliun dari pembagian dividen kedua bank tersebut. Berdasarkan data pemegang saham BBRI, Danantara melalui PT Danantara Asset Management memiliki sebanyak 80,61 miliar saham BBRI atau setara dengan 53,18% dari total saham yang beredar. Dengan demikian, BBRI akan membayarkan dividen interim sebesar Rp 137 per saham, sehingga Danantara mendapatkan dana sebesar Rp 11,04 triliun dari pembagian dividen tersebut.
Sementara itu, di BMRI, Danantara juga memiliki kepemilikan saham sebesar 48,53 miliar saham atau 52% dari total saham yang beredar. Dengan nilai dividen sebesar Rp 100 per saham, maka Danantara akan menerima dana sebesar Rp 4,85 triliun dari dividen interim BMRI. Secara keseluruhan, Danantara hampir meraup dana sebesar Rp 16 triliun dari kedua bank besar milik negara tersebut.
Jadwal Pembagian Dividen Interim BBRI dan BMRI
Berikut adalah jadwal pembagian dividen interim untuk BBRI dan BMRI:
Jadwal Dividen Interim BBRI - Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi: 29 Desember 2025 - Cum dividen di pasar tunai: 2 Januari 2026 - Ex dividen di pasar reguler dan negosiasi: 30 Desember 2025 - Ex dividen di pasar tunai: 5 Januari 2026 - Daftar pemegang saham yang berhak dividen interim: 2 Januari 2026 - Pembayaran dividen interim: 15 Januari 2026
Jadwal Dividen Interim BMRI - Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi: 5 Januari 2025 - Cum dividen di pasar tunai: 7 Januari 2026 - Ex dividen di pasar reguler dan negosiasi: 7 Januari 2025 - Ex dividen di pasar tunai: 8 Januari 2026 - Daftar pemegang saham yang berhak dividen interim: 7 Januari 2026 - Pembayaran dividen interim: 14 Januari 2026
Proyeksi Pendapatan Negara dari Dividen Tahun 2025
Sebelumnya, CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani menyebut bahwa pendapatan negara dari dividen badan usaha milik negara (BUMN) pada tahun 2025 diperkirakan menurun dibandingkan capaian tahun sebelumnya sebesar Rp 85,5 triliun. Penurunan ini disebabkan oleh kebijakan pelaporan keuangan yang meminta seluruh BUMN menyajikan laporan keuangan secara transparan tanpa upaya mempercantik kinerja di atas kertas.
Rosan mengungkapkan bahwa kebijakan ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Danantara untuk meningkatkan dividen BUMN hingga mencapai Rp 165 triliun pada tahun 2029.
Struktur Pendapatan Dividen BUMN yang Timpang
Chief Investment Officer Danantara Pandu Sjahrir menyampaikan bahwa struktur pendapatan dividen BUMN saat ini masih tidak merata. Dari sekitar 1.060 entitas yang berada di bawah pengelolaan Danantara, sekitar 95% dari setoran dividen negara hanya berasal dari delapan perusahaan. Dari jumlah tersebut, kurang dari 1% berasal dari sisa perusahaan.
Pandu menilai hal ini mencerminkan ketergantungan yang sangat tinggi terhadap segelintir BUMN sebagai penyumbang utama keuntungan. Karena itu, restrukturisasi dan konsolidasi dinilai tak terhindarkan. Danantara kini sedang mendorong penggabungan entitas BUMN yang memiliki lini bisnis serupa guna meningkatkan efisiensi, memperbaiki tata kelola, serta menciptakan perusahaan yang lebih besar dan berdaya saing regional.
Salah satu contoh konsolidasi tersebut terjadi di sektor pengelolaan aset. Dari delapan entitas asset management yang ada, Danantara berencana menyatukannya menjadi satu perusahaan. Hingga saat ini, proses merger antar perusahaan BUMN masih dalam pembicaraan.