
Tahun 2026: Momentum Penting untuk Penguatan Investasi Nasional
Badan Pengelola Daya Anugerah Nusantara atau Danantara Indonesia menegaskan bahwa tahun 2026 menjadi momen penting dalam memperkuat peran investasi sebagai mesin penggerak ekonomi nasional. Managing Director Stakeholder Management Danantara Indonesia, Rohan Rafas menyatakan bahwa arah investasi sepanjang 2026 dirancang tidak hanya berbasis profit, tetapi juga mempertimbangkan multiplier effect jangka panjang.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Dalam prinsipnya, Danantara menjalankan mandat ganda, yaitu menghasilkan imbal hasil berkelanjutan sekaligus memberikan dampak ekonomi nasional. Strategi pada 2026 fokus pada pengembangan proyek-proyek strategis, penguatan sektor-sektor prioritas nasional, serta diversifikasi portofolio lintas kelas aset dan geografi.
Setiap sektor dipilih bukan hanya karena nilai komersialnya, tetapi juga karena dampaknya terhadap penciptaan lapangan kerja, transfer teknologi, dan daya saing nasional. Dalam setiap investasi dan kemitraan, Danantara mengutamakan pipeline yang jelas, mitra eksekusi yang kredibel, serta keselarasan kuat dengan agenda pembangunan nasional.
Rohan menegaskan bahwa sebagian besar inisiatif Danantara bersifat jangka panjang dan memerlukan waktu 5 hingga 10 tahun hingga dampaknya terasa penuh. Hal ini sejalan dengan visi pembangunan nasional dan komitmen memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia.
Peran dunia usaha sangat krusial dalam mendorong daya saing nasional. Danantara mengambil posisi sebagai jembatan yang menghubungkan pemerintah, pelaku usaha, dan investor global. Oleh karena itu, dialog terbuka dengan para pelaku usaha, CEO, asosiasi industri, dan wirausaha sangat penting untuk memastikan arah investasi selaras dengan kebutuhan industri.
Danantara akan memposisikan diri sebagai katalisator kolaborasi lintas sektor. Fokusnya adalah mempercepat realisasi proyek strategis yang berdampak besar, memastikan keberlanjutan portofolio, sekaligus membangun pondasi kuat bagi ketahanan ekonomi Indonesia. “Kami meyakini salah satu kunci memanaskan ekonomi adalah kolaborasi lintas pihak,” tekannya.
Saat ini, Danantara tengah menggarap tiga proyek strategis utama. Pertama, proyek Waste-to-Energy (WtE). Sebagai implementasi Perpres No.109, proyek ini menjadi langkah nyata mengatasi persoalan sampah sekaligus memperluas bauran energi hijau nasional. WtE ditargetkan menjadi model pengelolaan sampah modern yang memberi nilai tambah ekonomi.
Selanjutnya, Proyek Kemandirian Obat Plasma. Indonesia masih 100% mengandalkan impor obat derivat plasma (PODP) seperti albumin, immunoglobulin, dan clotting factors. Melalui MoU dengan SK Plasma, Danantara menyiapkan fasilitas fraksinasi berstandar internasional berbasis plasma dalam negeri.
Terakhir adalah Proyek Kampung Haji. Terkait proyek ini, Rohan menyebut Danantara tengah mengikuti proses bidding bersama Pemerintah Arab Saudi untuk membangun kawasan terpadu bagi jamaah haji dan umrah. Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan dan pengalaman bagi jamaah, sekaligus mendukung perekonomian daerah sekitar.