Suntikan Modal untuk Krakatau Steel dalam Tahap Finalisasi
PT Danantara Asset Management (DAM), yang merupakan holding operasional Danantara Indonesia, mengungkapkan bahwa suntikan modal kepada PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) akan segera direalisasikan. Managing Director Non Financial Holding Operasional Danantara, Febriany Eddy menyampaikan bahwa rencana tersebut sedang dalam tahap finalisasi. Meski demikian, besaran modal kerja yang akan diberikan masih dalam proses penghitungan.
"Kami akan memberikan modal kerja untuk operasi inti bajanya," kata Febriany dalam diskusi dengan media di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (14/11/2025).
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Kondisi Keuangan KRAS Masih Belum Stabil
Febriany menjelaskan bahwa dukungan dana diberikan ke Krakatau Steel bukannya tanpa alasan. Sampai saat ini, keuangan Krakatau Steel belum sepenuhnya optimal. Selain itu, sokongan dana juga mempertimbangkan potensi besar perusahaan yang masih dapat dioptimalkan.
Krakatau Steel dinilai memiliki sejumlah keunggulan kompetitif di industri baja nasional, termasuk kawasan industri terpadu yang dilengkapi akses tol, jalur kereta, serta deep sea port berkapasitas hingga 200.000 deadweight tonnage (DWT). "Semua faktor yang membuat lokasi ini strategis sudah tersedia. Nah, kawasan industri akan lebih optimal jika tenant-nya tepat. Jadi, kami ingin menghidupkan dan menjayakan kembali Krakatau Steel,” tambah Febriany.

Penggunaan Pinjaman dari Danantara
Krakatau Steel sebelumnya mengajukan permintaan modal kerja sebesar 500 juta dollar AS atau sekitar Rp8,28 triliun kepada Danantara. Dana ini dibutuhkan untuk mempercepat restrukturisasi utang sekaligus memperkuat pemulihan bisnis perseroan.
Dalam jangka pendek akan dipenuhi dalam bentuk Pinjaman Pemegang Saham (PPS) senilai 250 juta dolar AS. Selanjutnya, KRAS akan mengajukan tambahan hingga 500 juta dolar AS dalam bentuk lainnya untuk penyelesaian atau penyelamatan restrukturisasi perseroan setelah mendapatkan kesepakatan dengan pihak perbankan.
Dana tersebut akan digunakan untuk kebutuhan operasional utama, antara lain pembelian bahan baku berupa slab baja untuk pabrik HSM, hot rolled coil (HRC) dan cold rolled coil full hard (CRC F/H) pabrik CRM PT KBI, HRC pabrik pipa baja PT KPI, serta produk baja turunan.

Kondisi Keuangan Krakatau Steel
KRAS baru-baru ini telah mengantongi persetujuan dari empat bank swasta untuk melakukan penyelesaian sebagian utang restrukturisasi secara lebih cepat dan memperoleh sejumlah keringanan. Nilai total kewajiban yang dilunasi dari penyelesaian kewajiban dipercepat dengan keringanan sebesar Rp248,24 miliar dan 159,06 juta dolar AS. KRAS nantinya akan membayarkan kepada empat bank swasta sebesar Rp49,64 miliar dan 31,81 juta dolar AS, sehingga keringanan pokok yang diperoleh perseroan sebesar 80 persen.
Perseroan juga mendapatkan penghapusan atas bunga dan denda bunga dan pokok senilai Rp112,92 miliar serta 18,75 juta dolar AS. Dengan terlaksananya penyelesaian kewajiban dipercepat dengan keringanan ini, sisa utang restrukturisasi KRAS mencapai Rp561,4 miliar, 122,4 juta dolar AS, dan 811.238 euro untuk tranche A. Sementara tranche B dengan total Rp2,87 triliun dan 37,27 juta dolar AS, serta tranche C sebesar Rp3,71 triliun, 618,85 juta dolar AS, dan 4,06 juta euro.
Langkah ini menurunkan total utang restrukturisasi KRAS sebesar 174,29 juta dolar AS atau 12,5 persen dari total utang sebelumnya 1,39 miliar dolar AS. Dengan restrukturisasi utang dan dukungan dari stakeholder turut memperkuat posisi keuangan perseroan. Hingga kuartal III-2025, KRAS mencatatkan perbaikan kinerja dibanding periode yang sama tahun lalu. Sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini, BUMN baja tersebut berhasil mengantongi laba bersih periode berjalan sebesar 24,04 juta dolar AS atau setara Rp401,28 miliar setelah rugi 186,7 juta dolar AS pada periode yang sama 2024.
"Capaian ini menunjukkan perbaikan signifikan dibandingkan periode sebelumnya, seiring dengan efisiensi biaya dan peningkatan produktivitas operasional," ujar Corporate Secretary Krakatau Steel, Firdaus.
Sementara pendapatan perseroan tercatat sebesar 706,08 juta dolar AS atau Rp11,79 triliun. Menurut Firdaus, upaya efisiensi juga terus memberikan hasil positif, tercermin dari penurunan biaya usaha sebesar 12 persen menjadi 74,72 juta dolar AS atau Rp1,25 triliun.
Dari sisi non-operasional, meski perseroan masih menanggung beban keuangan sebesar 107,04 juta dolar AS atau Rp1,79 triliun serta bagian rugi entitas asosiasi dan ventura bersama sebesar 13,12 juta dolar AS atau Rp219,03 miliar, dampak positif dari restrukturisasi dan efisiensi berhasil menopang profitabilitas perusahaan.
Adapun total aset perseroan per 30 September 2025 tercatat sebesar 2,82 miliar dolar AS, setara Rp47,08 triliun. Angka ini turun 2,56 persen dibandingkan posisi akhir 2024.
Danantara Ungkap Kemampuan 2 Ekspatriat di Garuda Indonesia