Danantara Suntik Garuda (GIAA) via Private Placement, Saham CT Menyusut

admin.aiotrade 09 Okt 2025 3 menit 13x dilihat
Danantara Suntik Garuda (GIAA) via Private Placement, Saham CT Menyusut

Penambahan Modal Garuda Indonesia Melalui Private Placement

PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA), salah satu perusahaan penerbangan nasional, akan melakukan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement senilai Rp30,31 triliun dari Danantara. Aksi korporasi ini bertujuan untuk memperkuat posisi keuangan perseroan dan mendukung kelangsungan operasional serta pengembangan bisnis.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Private placement ini akan dilakukan oleh PT Danantara Asset Management (Persero) melalui dua skema utama. Pertama, setoran modal dalam bentuk uang tunai sebesar US$1,44 miliar atau setara dengan Rp23,66 triliun. Kedua, konversi pinjaman pemegang saham (shareholder loan/SHL) menjadi saham baru sebesar US$405 juta atau Rp6,65 triliun. Total dana yang diperoleh dari aksi korporasi ini mencapai US$1,84 miliar atau sekitar Rp30,31 triliun.

Sebelum pelaksanaan private placement, GIAA akan mengajukan permohonan persetujuan kepada pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 12 November 2025. Dengan adanya suntikan dana ini, kepemilikan saham Danantara di GIAA akan meningkat secara signifikan.

Sebelum transaksi, Danantara memiliki saham sebanyak 59,03 miliar lembar atau 64,54% di GIAA. Setelah private placement, kepemilikan saham Danantara akan meningkat menjadi 466,93 miliar lembar atau 93,50%. Sementara itu, pemegang saham lain seperti PT Trans Airways milik Chairul Tanjung akan terdilusi. Sebelumnya, Trans Airways memiliki 7,31 miliar lembar saham atau 7,99%, namun setelah transaksi, kepemilikan saham mereka akan turun menjadi 1,47%.

Pemegang saham publik juga akan mengalami dilusi. Saat ini, kepemilikan saham publik mencapai 25 miliar lembar atau 27,46%, tetapi setelah transaksi, akan menyusut menjadi 5,03%. Hal ini menunjukkan bahwa aksi korporasi ini akan memberikan dampak besar terhadap struktur kepemilikan saham GIAA.

Tujuan dan Penggunaan Dana Private Placement

Private placement ini merupakan bagian dari strategi restrukturisasi keuangan GIAA. Manajemen GIAA berharap aksi korporasi ini dapat memberikan dampak positif terhadap perbaikan struktur permodalan, peningkatan likuiditas, serta mendukung kelangsungan usaha di masa depan.

Dana yang diperoleh dari private placement akan digunakan untuk berbagai kebutuhan. Sebesar 29% dari total dana akan dialokasikan untuk pembiayaan modal kerja dan operasional GIAA, termasuk pembayaran biaya perawatan dan perbaikan pesawat. Selanjutnya, 37% digunakan untuk meningkatkan modal anak usaha GIAA, yaitu Citilink, dalam rangka pembiayaan operasional dan perawatan pesawat.

Selain itu, 22% dari dana akan digunakan untuk ekspansi armada GIAA dan Citilink. Sementara itu, 12% dari dana akan digunakan untuk membayar utang pembelian bahan bakar pesawat Citilink dari Pertamina periode 2019 hingga 2021.

Kondisi Keuangan Garuda Indonesia

Garuda Indonesia saat ini masih menghadapi tantangan keuangan. Pada periode yang berakhir 30 Juni 2025, aset GIAA mencapai US$6,51 miliar, sementara liabilitasnya mencapai US$8,01 miliar. Akibatnya, ekuitas negatif GIAA mencapai US$1,49 miliar.

Selain itu, GIAA juga masih membukukan rugi bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$143,7 juta atau Rp2,33 triliun. Rugi ini meningkat 41,36% secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$101,65 juta atau Rp1,64 triliun. Dengan adanya private placement, GIAA berharap dapat memperbaiki kondisi keuangan tersebut dan menjaga kelangsungan operasional bisnis.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan