Danantara Tuntaskan Penggabungan BUMN Karya Akhir 2025

admin.aiotrade 29 Sep 2025 3 menit 14x dilihat
Danantara Tuntaskan Penggabungan BUMN Karya Akhir 2025
Featured Image

Fokus Konsolidasi BUMN Karya dalam Program PT Danantara Asset Management

Dalam rangka memperkuat sektor BUMN, konsolidasi menjadi salah satu prioritas utama yang dijalankan oleh PT Danantara Asset Management (DAM). Salah satu fokus utamanya adalah merger BUMN karya, yang bertujuan untuk menyederhanakan struktur perusahaan dan meningkatkan efisiensi operasional.

Plt Menteri BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria menjelaskan bahwa rencana merger ini masih dalam tahap awal. Ia mengungkapkan bahwa nantinya hanya akan tersisa tiga perusahaan besar yang mampu beroperasi secara sehat dan stabil.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

"Kurang lebih nanti proposal awal kita kemungkinan akan menjadi tiga perusahaan karya yang sehat-sehat. Nah ini proses ini sedang dilakukan terus," ujar Dony saat berada di kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Senin (29/9/2025).

Target Penyelesaian Akhir Tahun 2025

Konsolidasi BUMN karya telah dimasukkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) PT DAM pada tahun 2025. Tujuannya adalah agar proses konsolidasi dapat diselesaikan secara bertahap hingga akhir tahun ini.

"Dan kita harapkan akhir tahun ini sudah mulai satu-satu proses ini selesai," tambah Dony.

Tiga Perusahaan Induk yang Akan Terbentuk

Rencana peleburan BUMN karya yang akan berubah menjadi tiga perusahaan besar telah diumumkan sebelumnya oleh Erick Thohir, saat menjabat sebagai Menteri BUMN. Dalam pernyataannya, ia menyebutkan bahwa beberapa perusahaan akan dilebur ke dalam tiga induk utama.

PT Waskita Karya Tbk (WIKA) akan dilebur ke PT Hutama Karya (HK). Sementara itu, PT Nindya Karya dan PT Brantas Abipraya akan bergabung dengan PT Adhi Karya Tbk (ADHI). Selain itu, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) juga akan dilebur ke PT PP Tbk (PTPP).

Peleburan ini diiringi dengan pembagian proyek-proyek yang akan dikerjakan oleh ketiga perusahaan tersebut. HK dan Waskita akan fokus pada proyek jalan tol, non-tol, bangunan institusi, serta hunian komersial. Sedangkan WIKA dan PTPP akan mengambil alih proyek pelabuhan, bandara, hunian atau perumahan, serta Engineering Procurement Construction (EPC). Sementara itu, Adhi Karya dan Nindya Karya akan fokus pada proyek air, rel, dan konteks lainnya.

22 Rencana Kerja yang Diusung PT DAM Tahun Ini

Secara keseluruhan, PT DAM memiliki 22 program kerja yang akan diselesaikan dalam RKAP 2025. Berikut rinciannya:

  • Restrukturisasi bisnis maskapai
  • Restrukturisasi bisnis manufaktur baja
  • Restrukturisasi bisnis kereta api cepat
  • Restrukturisasi bisnis asuransi
  • Konsolidasi BUMN karya
  • Konsolidasi bisnis pupuk
  • Konsolidasi bisnis rumah sakit
  • Konsolidasi bisnis hotel
  • Konsolidasi bisnis gula
  • Konsolidasi bisnis hilirisasi minyak
  • Konsolidasi bisnis asuransi
  • Konsolidasi bisnis manajemen aset
  • Konsolidasi bisnis kawasan industri
  • Pengembangan bisnis di bidang koperasi
  • Pengembangan bisnis di bidang pangan
  • Pengembangan bisnis di bidang baterai
  • Pengembangan dan transformasi bisnis semen
  • Pengembangan bisnis perbankan syariah
  • Pengembangan bisnis telekomunikasi
  • Pengembangan bisnis galangan kapal
  • Menyelesaikan tata kelola pendukung bisnis di organisasi DAM
  • Menyelesaikan prosedur di bidang keuangan, manajemen risiko, dan legal untuk mendukung operasional DAM

Dengan penyelesaian 22 program tersebut, PT DAM berharap dapat menciptakan sistem bisnis yang lebih efisien dan kuat dalam menghadapi tantangan pasar.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan