
Dapur MBG di Blora Berhenti Operasional, 3.347 Pelajar Tak Lagi Terima Makanan Gratis
Selama tiga hari terakhir, sekitar 3.347 pelajar di Kecamatan Japah, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, tidak lagi menerima paket makan bergizi gratis (MBG). Hal ini terjadi karena dapur yang memproduksi MBG untuk mereka berhenti beroperasi.
Dapur MBG tersebut berada di bawah koordinasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Padaan Japah. Penghentian operasionalnya diduga disebabkan oleh belum cairnya anggaran operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN). Keputusan ini juga diperkuat dengan tidak aktifnya akun media sosial TikTok milik SPPG Padaan Japah di @sppgpadaanjapah. Akun yang biasanya mengunggah menu MBG itu sejak beberapa hari lalu tidak aktif kembali.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Beberapa warganet mencoba mempertanyakan alasan penghentian MBG, tetapi tidak ada respons yang diberikan. Saat dikunjungi ke lokasi dapur MBG yang berada di Desa Padaan, Kecamatan Japah, Rabu (1/10/2025) pagi, suasana depan dapur terlihat lengang. Tiga mobil operasional terparkir di halaman depan SPPG Padaan Japah, tetapi tidak ada aktivitas karyawan di dalam dapur.
Seorang karyawan dapur, Prapti (34), mengatakan bahwa dapur SPPG Padaan Japah berhenti beroperasi sejak Senin (29/9/2025). Ia tidak mengetahui pasti alasan penghentian tersebut. Namun, ia sempat mendengar kabar bahwa penyebabnya adalah belum turunnya dana dari BGN.
"Kabarnya ada isu itu, kalau dananya (dari BGN) belum turun gitu. Itu saya tahunya malah dari warga lain, saat saya belanja gitu," kata Prapti saat ditemui di rumahnya.
Tidak Ada Batas Waktu
Prapti menyebutkan bahwa sebelum berhenti beroperasi, kepala SPPG Padaan Japah memberitahukan pemberhentian sementara operasional dapur. Namun, tidak diketahui sampai kapan dapur itu akan berhenti memproduksi MBG.
"Kalau berhenti beroperasi, sejak Senin kemarin, sudah tiga hari ini berarti ya. Itu sebelumnya ada pemberitahuan dari kepala SPPG di grup WhatsApp, ada pemberhentian sampai batas waktu yang tidak ditentukan," imbuhnya.
Mendengar kabar tersebut, Prapti merasa kaget dan menyayangkan hal tersebut. Pasalnya, keberadaan dapur MBG memberinya pekerjaan dan penghasilan. Rumah Prapti berjarak sekira 10 meter dari dapur SPPG Padaan Japah. Di dapur MBG, dia menjadi juru masak.
"Kalau harapan saya ya dilanjutkan, soalnya kan memberi manfaat, Mas, bisa kerja di dapur dan dapat penghasilan, apalagi rumah saya dekat dengan dapur. Dan alhamdulillah, SPPG Japah ini lancar, tidak ada komplain seperti yang di luar-luar itu, misal keracunan, makanan kurang layak, itu nggak ada, terus kok tiba-tiba berhenti ya kaget," jelasnya.
Baru Sebulan Beroperasi
Menurut Prapti, dapur SPPG Padaan Japah baru beroperasi sekitar sebulan lebih. Di dapur SPPG Padaan Japah, Prapti bertugas di bagian memasak. Ia biasanya bekerja mulai pukul 00.00 WIB hingga pukul 08.00 WIB.
"Sudah sebulan lebih beroperasi, soalnya saya sudah menerima gaji tiga kali. Kan gaji diberikan setiap dua Minggu sekali," jelasnya.
Dia memperkirakan, penghentian operasional dapur hanya bersifat sementara. Apalagi, pengelola SPPG Padaan Japah juga tengah merenovasi. "Saat ini sedang ada renovasi pembuatan ruang pendingin, mau diperbesar, sama tempat cucian ompreng," jelasnya.
"Tapi, daripada saya pusing, mending berjalan apa adanya saja. Kalau nanti dananya turun kan paling berjalan lagi," ujarnya.
Enggan Berkomentar
Sementara itu, sekitar pukul 11.34 WIB, dua tukang terlihat merenovasi ruangan di dalam dapur MBG tersebut. Renovasi dipantau langsung oleh kepala SPPG Padaan Japah. Namun, yang bersangkutan enggan memberi keterangan terkait pemberhentian operasional dapur MBG tersebut. Dia meminta wartawan meminta izin terlebih dahulu ke koordinator wilayah SPPG Kabupaten Blora.