Dapur SPPG Anak Mantan Bupati Bandung Barat Ditutup Usai 18 Siswa Diduga Keracunan MBG

admin.aiotrade 12 Nov 2025 3 menit 34x dilihat
Dapur SPPG Anak Mantan Bupati Bandung Barat Ditutup Usai 18 Siswa Diduga Keracunan MBG

Penutupan Sementara Dapur SPPG Sukatani Akibat Dugaan Keracunan Makanan

Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukatani yang berada di Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah Kabupaten Bandung Barat (KBB) ditutup sementara setelah muncul dugaan keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa belasan siswa SMP Bina Karya. Beberapa siswa sempat mendapatkan perawatan di Puskesmas Ngamprah, sementara satu siswa harus dirujuk ke RS Cimareme karena mengalami gejala yang lebih parah.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Diketahui bahwa dapur penyedia makanan tersebut dikelola oleh mantan Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna. Namun, Anak dari mantan Bupati tersebut, Andri Wibawa, memberikan klarifikasi bahwa dapur SPPG Sukatani merupakan tanggung jawab pribadinya, bukan milik sang ayah.

“Harus diklarifikasi dulu, untuk dapur saya yang bertanggung jawab bukan ayah saya (Aa Umbara),” ujar Andri saat dikonfirmasi, Rabu (12/11/2025). Ia menegaskan bahwa pihaknya bersama Kepala SPPG telah bergerak cepat sejak muncul laporan dugaan keracunan, dengan berkoordinasi bersama pihak sekolah, Puskesmas, dan Dinas Kesehatan untuk memastikan penanganan siswa.

“Begitu ada laporan, saya langsung konfirmasi ke pihak sekolah dan Puskesmas. Sebagian besar siswa yang sempat dirawat di Puskesmas sudah membaik dan dipulangkan. Satu siswa yang dirujuk ke RS Cimareme, atas nama Fitria, juga sudah saya jenguk dua kali, pagi dan malam. Kondisinya semakin membaik, tinggal menunggu hasil laboratorium feses,” ucapnya.

Andri menjelaskan bahwa pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium dari Labkesda Dinkes KBB dan BPOM untuk memastikan penyebab pasti kejadian keracunan tersebut. “Untuk keracunan MBG, itu masih dugaan, hasilnya kita menunggu dari uji laboratorium dari Labkesda Dinkes KBB dan BPOM,” ungkapnya.

Operasional Dapur SPPG Dihentikan Sementara

Selain itu, Andri mengungkapkan bahwa meski belum ada hasil resmi dari uji laboratorium, pihaknya secara sukarela menghentikan operasional dapur SPPG Sukatani sejak insiden terjadi, sebagai bentuk tanggung jawab dan kehati-hatian.

“Sebelum ada surat resmi dari Deputi Pemantauan dan Pengawasan pun, kami bersama kepala SPPG sudah sepakat untuk menghentikan operasional sementara. Kami menunggu hasil dari Labkesda dan BPOM terkait golden sample yang sudah dibawa,” jelasnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa dapur SPPG akan kembali beroperasi setelah hasil laboratorium keluar dan seluruh prosedur evaluasi keamanan pangan selesai dilakukan oleh pemerintah daerah.

Tindakan Penyelidikan Dilakukan

Sebelumnya, Tim Inafis Polres Cimahi turun langsung ke lokasi dapur SPPG Sukatani untuk melakukan pemeriksaan serta mengambil sampel makanan sisa dari program MBG. Sampel tersebut akan diuji di laboratorium untuk memastikan penyebab gejala dugaan keracunan yang dialami belasan siswa SMP Swasta Bina Karya.

Tak hanya pihak kepolisian, Dinas Kesehatan (Dinkes) Bandung Barat juga mendatangi langsung dapur SPPG Sukatani untuk memantau dan memastikan standar kebersihan di dapur tersebut. Proses pengujian dan pemeriksaan ini menjadi langkah penting dalam menentukan apakah ada pelanggaran atau kesalahan dalam proses pengolahan makanan yang menyebabkan keracunan.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan