Dapur SPPG Masjid Jamik Berikan Manfaat ke 2.183 Siswa Melalui Program MBG

admin.aiotrade 21 Okt 2025 3 menit 17x dilihat
Dapur SPPG Masjid Jamik Berikan Manfaat ke 2.183 Siswa Melalui Program MBG
Dapur SPPG Masjid Jamik Berikan Manfaat ke 2.183 Siswa Melalui Program MBG

Dapur SPPG Masjid Jamik Kecamatan Rangkui Salurkan Program Makanan Bergizi Gratis

Dapur SPPG Masjid Jamik Kecamatan Rangkui Kota Pangkalpinang, baru-baru ini menyalurkan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) untuk delapan sekolah dengan total 2.183 penerima manfaat. Penyaluran dilakukan pada Selasa (21/10/2025), dan menjadi langkah penting dalam mendukung kesehatan serta gizi siswa-siswi di wilayah tersebut.

Program MBG ini menyediakan berbagai menu yang bervariasi, seperti perpaduan ayam kecap, sayuran, anggur, dan susu. Menu-menu tersebut disiapkan agar dapat memenuhi kebutuhan gizi siswa secara optimal. Pihak Dapur SPPG Masjid Jamik juga berkomitmen untuk memberikan makanan yang sehat dan bergizi sesuai dengan standar yang ditetapkan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Putri Febrianti, Perwakilan Mitra Dapur SPPG Masjid Jamik Kecamatan Rangkui, menjelaskan bahwa hari pertama penyaluran MBG mencakup 1 SMP Negeri, 6 SD Negeri, dan 1 TK Negeri di wilayah Rangkui. Ia mengatakan bahwa dalam program ini, pihaknya melibatkan sebanyak 47 orang yang terdiri dari berbagai bidang, mulai dari kebersihan, packing, pengolahan makanan, pencucian alat makan, persiapan bahan makan, hingga ahli gizi, akuntan, dan ahli masak.

Persiapan MBG di Dapur SPPG Masjid Jamik dimulai sejak pukul 15.00 WIB sore hingga pukul 24.00 WIB. Proses memasak dilakukan dari pukul 01.00 WIB dini hari hingga pukul 06.00 pagi, kemudian dilanjutkan dengan proses packing. Pihak Dapur sangat memperhatikan kebersihan dalam setiap tahap proses pengolahan makanan agar tidak ada bakteri yang melekat pada makanan. Selain itu, mereka juga memastikan waktu pengolahan ayam dan sayur sesuai dengan rekomendasi nutrisi.

Untuk bahan baku lauk pauk dan beras, pihak Dapur SPPG Masjid Jamik mengambil dari pelaku UMKM kecil di Kota Pangkalpinang. Meskipun dalam hari pertama penyaluran terjadi sedikit kendala berupa kekurangan porsi, hal tersebut cepat teratasi. Putri berharap dengan adanya program MBG ini, anak-anak semakin sehat dan bergizi.

Antusiasme Siswa Terhadap Program MBG

Yasinta Ariani, Humas SMP Negeri 1 Pangkalpinang, menyampaikan bahwa antusiasme siswa-siswi terhadap program MBG sangat tinggi. Hampir setiap hari, para siswa menanyakan kapan giliran mereka mendapatkan MBG. Program ini diharapkan bisa membantu pemenuhan gizi siswa dan mengurangi beban orang tua dalam menyiapkan makanan setiap pagi.

Tim Kerja yang Terlibat dalam Pengolahan Makanan

Pihak Dapur SPPG Masjid Jamik memiliki tim kerja yang terdiri dari berbagai bidang, yaitu:

  • Tim kebersihan, yang bertugas membersihkan seluruh area dapur dan alat makan.
  • Tim packing, yang menyiapkan makanan dalam kemasan yang aman dan bersih.
  • Tim pengolahan makanan, yang memastikan makanan dibuat dengan cara yang benar dan sehat.
  • Tim pencucian alat makan, yang menjaga kebersihan alat makan sebelum dan setelah digunakan.
  • Tim persiapan bahan makan, yang memastikan bahan-bahan segar dan berkualitas tersedia.
  • Ahli gizi, yang merancang menu makanan sesuai dengan kebutuhan nutrisi siswa.
  • Akuntan, yang mengelola anggaran dan keuangan program.
  • Ahli masak, yang bertugas memasak makanan sesuai dengan resep yang telah ditentukan.

Tantangan dan Harapan di Hari Pertama

Meskipun program MBG berjalan lancar, pihak Dapur mengakui adanya beberapa tantangan di hari pertama. Salah satunya adalah kekurangan porsi makanan. Namun, hal tersebut segera diatasi dengan menambah jumlah porsi yang diperlukan. Dengan demikian, pihak Dapur berharap program ini dapat terus berjalan dengan baik dan memberikan manfaat maksimal bagi siswa-siswi di wilayah Rangkui.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan