Dapur SPPG Masjid Jamik Layani 2.183 Pelajar dengan Makanan Bergizi Gratis

admin.aiotrade 21 Okt 2025 3 menit 14x dilihat
Dapur SPPG Masjid Jamik Layani 2.183 Pelajar dengan Makanan Bergizi Gratis
Dapur SPPG Masjid Jamik Layani 2.183 Pelajar dengan Makanan Bergizi Gratis

Dapur SPPG Masjid Jamik Berikan Makanan Bergizi Gratis untuk 2.183 Pelajar di Pangkalpinang

Dapur SPPG Masjid Jamik yang berada di Kecamatan Rangkui, Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, telah menyalurkan program makanan bergizi gratis (MBG) ke delapan sekolah di kota tersebut. Program ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan gizi siswa-siswi yang menjadi penerima manfaat.

Menurut data yang diperoleh, Dapur SPPG Masjid Jamik melayani sebanyak 2.183 pelajar. Menu yang disediakan cukup beragam, termasuk perpaduan ayam kecap, sayuran, anggur, dan susu. Menu-menu ini dirancang agar dapat memenuhi kebutuhan nutrisi anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Putri Febrianti, perwakilan mitra Dapur SPPG Masjid Jamik Kecamatan Rangkui, menjelaskan bahwa hari pertama penyaluran MBG telah mencapai target. "Kita dari Dapur SPPG Masjid Jamik Kecamatan Rangkui. Hari pertama kita menyalurkan MBG ke 2.183 penerima diantaranya 1 SMP Negeri, 6 SD Negeri dan 1 TK Negeri di wilayah Rangkui," ujarnya pada Selasa (21/10/2025).

Untuk mempersiapkan berbagai menu MBG, pihak Dapur SPPG Masjid Jamik melibatkan sebanyak 47 orang. Mereka berasal dari berbagai bidang seperti kebersihan, packing, pengolahan makanan, pencucian alat makan, persiapan bahan makan, serta ahli gizi, akuntan, dan ahli masak. Hal ini menunjukkan komitmen mereka dalam menyediakan makanan yang berkualitas dan sehat.

Persiapan MBG dimulai dari pukul 15.00 WIB sore hingga pukul 24.00 WIB. Proses memasak dilakukan mulai pukul 01.00 WIB dini hari hingga pukul 06.00 pagi, kemudian dilanjutkan dengan proses packing. Putri menjelaskan bahwa pihaknya sangat memperhatikan kebersihan selama proses pengolahan makanan. "Kita memprioritaskan masalah kebersihan agar tidak ada bakteri yang melekat, seperti waktu pengolahan ayam dan sayur," tambahnya.

Untuk bahan baku lauk pauk, Dapur SPPG Masjid Jamik mengandalkan pelaku UMKM kecil di kota Pangkalpinang. Meskipun dalam hari pertama terjadi sedikit kendala berupa kekurangan porsi, namun hal tersebut segera teratasi. "Harapannya, semoga anak-anak semakin sehat dan bergizi adanya menu MBG ini," harap Putri.

Antusiasme Siswa Terhadap Program MBG

Yasinta Ariani, Humas SMP Negeri 1 Pangkalpinang, mengatakan bahwa antusiasme dari siswa-siswi terhadap program MBG sangat tinggi. "Hampir setiap hari mereka menanyakan, kapan di sekolah mendapat giliran MBG," katanya.

Program MBG diharapkan bisa membantu memenuhi kebutuhan gizi siswa-siswi. Selain itu, program ini juga diharapkan bisa mengurangi beban orang tua dalam menyiapkan makanan untuk anak setiap pagi. "Dengan adanya MBG ini diharapkan pemenuhan gizi tercukupi, lalu kerepotan orang tua menyiapkan makanan untuk anak setiap pagi jadi berkurang," ujar Yasinta.

Tantangan dan Harapan

Meski ada beberapa tantangan dalam penyelenggaraan program MBG, seperti kekurangan porsi pada hari pertama, Dapur SPPG Masjid Jamik tetap berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik bagi para penerima manfaat. Pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas dan kuantitas makanan yang disajikan.

Dengan kolaborasi antara Dapur SPPG Masjid Jamik dan berbagai pihak terkait, program MBG diharapkan bisa berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi kesehatan dan kesejahteraan anak-anak di Pangkalpinang.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan