Dari Apa Baja Dibuat? Ini Jawabannya

admin.aiotrade 07 Nov 2025 3 menit 18x dilihat
Dari Apa Baja Dibuat? Ini Jawabannya

Sejarah Perkembangan Besi


Besi merupakan salah satu material yang paling penting dalam sejarah peradaban manusia. Diperkirakan, besi sudah dikenal sejak 5.000 tahun lalu, berasal dari meteor yang jatuh ke bumi. Peneliti menemukan manik-manik besi yang diperkirakan berasal dari 3.200 SM di Mesir. Dalam perkembangannya, teknologi produksi besi menyebar dari Mesir ke Timur Tengah mulai 1.300 SM, kemudian ke Turki, Yunani, dan akhirnya menyebar di seluruh Eropa. Teknologi ini sampai di Britania dan Perancis pada 800 SM, serta baru mencapai Irlandia pada 500 SM.

Di Indonesia, tidak ada keterangan pasti kapan besi mulai diolah. Namun, sejak abad ke-8 terdapat daerah yang dikenal sebagai asal pandai besi, yaitu Tanggung dan Kedok, Jawa Tengah. Jejak besi tergambar dalam bentuk peralatan rumah tangga seperti parut, loyang, pisau, dan lain-lain.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Pengertian Besi dan Karakteristiknya


Besi atau iron dalam bahasa Inggris, berasal dari kata Anglo Saxon iren, yang berarti logam suci. Nama ini digunakan karena besi digunakan untuk membuat pedang saat perang salib. Nama latin besi adalah Ferrum dengan simbol atom Fe.

Dalam tabel periodik, besi termasuk dalam grup 8 (VIIb) dan menduduki peringkat keempat paling banyak dalam kerak bumi. Setelah oksigen, silikon, dan aluminium. Besi juga masuk jajaran logam yang paling melimpah kedua setelah aluminium.

Secara kimia, besi memiliki nomor atom 26 dengan berat atom 55,845 dan kepadatan 7,874 gram per sentimeter kubik. Titik lebur besi adalah 1.538 derajat Celsius, sedangkan titik didihnya adalah 2.861 derajat Celsius. Besi memiliki 33 isotop, di antaranya 4 isotop stabil.

Proses Pembuatan Besi


Di alam, besi tidak ditemukan sebagai unsur murni. Satu-satunya besi murni adalah besi yang berasal dari meteorit. Di alam, bijih besi ditemukan dalam bentuk hematit (Fe₂O₃) dan magnetit (Fe₃O₄), yang merupakan sumber utama besi.

Proses pembuatan besi dimulai dengan penghancuran dan penghalusan bijih besi hingga ukuran 120 mesh. Dari proses tersebut, bijih besi masih mengandung logam dan non logam. Untuk itu, harus dipisahkan dengan magnet dan air, disebut metode magnetik.

Setelah itu, bijih besi diproses kalsinasi untuk mengurangi kadar air dan unsur lain. Caranya adalah dengan menghembuskan gas panas dalam tabung berputar. Hasil kalsinasi diubah menjadi pellet atau bola kecil. Pellet kemudian dipanaskan lagi bersama kokas dan batu kapur untuk mengikat kotoran. Proses ini dilakukan secara bertahap untuk mendapatkan besi yang diinginkan. Hasil akhirnya adalah besi cair yang dibentuk menjadi pig iron dan slag sebagai produk sampingan.

Macam-Macam Cara Membuat Besi


Saat ini, proses pembuatan besi semakin modern. Pabrik-pabrik penghasil besi menggunakan dua cara utama untuk mengolah bijih besi:

  • Blast Furnace
    Pengolahan bijih besi dengan blast furnace membutuhkan bijih besi dan kokas sebagai reduktor. Kekurangan dari proses ini adalah menghasilkan karbondioksida yang cukup tinggi serta butuh investasi besar di awal. Kelebihannya adalah lebih mudah memproduksi baja bersih.

  • Electric Arc Furnace
    Berbeda dengan furnace sebelumnya, electric arc furnace menggunakan listrik. Material utamanya adalah besi tua. Kelebihannya adalah biaya yang lebih murah dan ruang yang tidak terlalu besar. Namun, kekurangannya adalah membutuhkan waktu lebih lama dalam prosesnya.

Zat Besi dalam Tubuh


Tidak hanya di alam, manusia juga mengandung zat besi dalam tubuh. Jika kekurangan, manusia bisa mengalami anemia atau kekurangan darah merah. Warna merah pada darah merupakan hasil reaksi kimia antara besi dan oksigen.

Tak hanya manusia, fitoplankton hingga bakteri kecil di laut juga membutuhkan zat besi untuk melakukan fotosintesis. Namun, fenomena ini bisa membahayakan hewan laut karena memicu pertumbuhan alga, sehingga lautan menjadi penuh dengan toksin.

Jawaban tentang apa bahan dasar besi ternyata membutuhkan penjelasan yang cukup panjang. Besi merupakan unsur kimia yang berasal dari bijih besi dan diolah sedemikian rupa untuk mendapatkan unsur besi murni. Tak hanya di alam saja, ternyata manusia dan makhluk hidup di dunia juga memiliki zat besi di dalam tubuh.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan