Inspirasi dari Limbah Kain, Nurmalita Membangun UMKM Nuqe Shop
Di balik tumpukan kain perca yang sering dianggap sebagai limbah, Nurmalita Qur’Ani (26) melihat peluang. Wanita asal Bantul ini menjadikan sisa-sisa produksi pakaian sebagai bahan baku utama untuk menciptakan produk fungsional bernilai jual tinggi melalui UMKM miliknya, Nuqe Shop.
Sejak 2016, Lita telah berkecimpung di dunia fesyen, khususnya dalam produksi jilbab dan pashmina. Namun, baru saat pandemi Covid-19 melanda, ia mulai serius memanfaatkan kain perca yang menumpuk di rumahnya.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Banyak banget tumpukan sisa kain di rumah. Bingung mau diapakan. Dijual ke loak tidak bisa, dibakar pun asapnya terlalu pekat dan mengganggu,” kenangnya, Jumat (7/11/2025).
Kondisi itu mendorongnya untuk mulai membuat masker kain. Kebetulan, saat itu masker menjadi barang yang sangat dibutuhkan. Awalnya, masker-masker tersebut hanya dibuat untuk menghabiskan stok kain yang ada. Namun, karena jumlahnya cukup banyak, Lita membagikannya kepada tetangga sekitar. Tak disangka, dari situlah pesanan mulai berdatangan.
Setelah pandemi mulai mereda dan kebutuhan masker menurun, Lita tak berhenti berinovasi. Ia mulai membuat pouch, dompet, dan tas dari kain perca untuk pemakaian pribadi. Ternyata, produk-produk tersebut menarik perhatian teman-temannya.
“Teman-teman mulai suka dan minta dibuatkan. Bahkan mereka menyarankan untuk membuka toko online,” ujarnya.
Semangat Lita semakin tumbuh saat ia membuka lapak di Plaza UNY, Sleman. Di sana, produk-produk Nuqe Shop justru diminati oleh mahasiswa asing yang tertarik dengan sentuhan lokal seperti tenun dan batik.
“Kebanyakan pelanggan saya mahasiswa pertukaran pelajar. Mereka suka produk handmade yang punya nilai budaya,” tambahnya.
Produk Unik dengan Motif Berbeda
Uniknya tiap produk yang dihasilkan Nuqe Shop akan menjadi eksklusif sebab motif akan berbeda satu sama lain, menyesuaikan dengan ketersediaan kain perca. Kini pasokan bahan baku kain perca Nuqe Shop, Lita adopsi dari usaha fesyen pakaian yang masih aktif produksi dan pastinya menyisakan kain perca.
“Mereka (usaha pakaian) itu juga sudah tidak tau lagi mau apain kain-kain sisa yang ada, karena kalau hanya ditumpuk ya jadi sampah, limbah,” ucapnya, Jumat, (07/11/ 2025).


Misi Pemberdayaan Hingga Edukasi
Apresiasi yang didapatkan tidak hanya dari lokal namun juga pendatang mendorong Lita untuk terus berkarya dalam misi daur ulang kain tanpa melupakan esensi keindahan dan fungsi produk.
Lita menegaskan bahwa kehadiran Nuqe Shop tidak semata-mata untuk mencari keuntungan, namun juga membawa semangat pemberdayaan untuk masyarakat sekitar agar produktif dalam kesehariannya.
“Jadi kami memberdayakan ibu-ibu di sekitar sini juga,” ucapnya singkat, Jumat, (07/11/2025).
Total sekitar 25 warga yang diberdayakan untuk proses produksi di Nuqe Shop. Termasuk bapak-bapak dan mas-mas, karena kami butuh tenaga yang lebih besar untuk teknik press.
Ia menyatakan bahwa para ibu yang tergabung dalam proses produksi umumnya memang punya pengalaman untuk menyulam dan menjahit. Semenjak pandemi Covid-19 melanda, para ibu tersebut tidak lagi memiliki pemasukan.
Tidak sampai disitu, wanita yang sedang menempuh pendidikan S2 di Universitas Gajah Mada ini juga turut menjalankan misi edukasi yang mengajak orang-orang berkontribusi untuk keberlanjutan bumi.
“Tiap sesi workshop itu aku awali dengan refleksi ‘apa yang sudah kalian lakukan untuk reduce sampah?’ Jawabannya sesederhana ‘kemana-mana bawa tumblr, kalau jajan bawa wadah sendiri’, macam-macam,” ucapnya menirukan jawaban para peserta, Jumat, (07/11/2025).
Lita sangat mengapresiasi upaya apapun yang telah dilakukan dalam rangka menjaga lingkungan. Baginya, konsep keberlanjutan bumi bisa tercapai sekalipun dari langkah-langkah sederhana.