
Inisiatif Ekonomi Sirkular di Kelurahan Tembesi
Di Kelurahan Tembesi, Batam, Kepulauan Riau, warga berupaya mendorong ekonomi sirkular melalui pemanfaatan limbah cangkang gonggong yang sebelumnya terbuang. Inisiatif ini tumbuh dari program tanggung jawab sosial perusahaan yang bertujuan memperkuat lingkungan dan ekonomi masyarakat.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Program tersebut dijalankan oleh PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) melalui Program PELITA Tembesi (Pemberdayaan Lingkungan Tangguh dan Asri Tembesi) di wilayah operasional Stasiun Panaran Batam. Program ini mencakup pengelolaan sampah, pertanian ramah lingkungan, peningkatan kesehatan masyarakat, hingga penguatan kelembagaan ekonomi berbasis komunitas.
Sekretaris Perusahaan PGN Fajriyah Usman menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk menjawab tantangan lingkungan dan sosial secara terpadu. “Program Pelita ini bertujuan tidak hanya meningkatkan kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga memperkuat kemandirian dan ketahanan sosial warga secara berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (18/12/2025).
Masalah Pertanian dan Limbah Cangkang Gonggong
Salah satu persoalan yang dihadapi masyarakat setempat adalah rendahnya produktivitas pertanian akibat kondisi tanah yang bersifat asam atau memiliki pH rendah. Kondisi tersebut membuat tanah kurang optimal dalam menyerap unsur hara, sehingga berdampak pada hasil panen petani.
Di sisi lain, wilayah Tembesi menghasilkan limbah cangkang gonggong dalam jumlah besar yang belum dikelola secara optimal. Limbah ini kemudian diolah menjadi bubuk berkadar kalsium tinggi yang berfungsi sebagai penetral pH tanah. Pengolahan dilakukan melalui pembentukan Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) Lance Perkasa dengan melibatkan ibu rumah tangga tanpa penghasilan tetap.
"Inovasi ini tidak hanya meningkatkan kualitas lahan pertanian, tetapi juga mendorong praktik pertanian ramah lingkungan serta memperkuat penerapan ekonomi sirkular berbasis potensi lokal," kata Fajriyah.
Nama Program dan Hasil yang Dicapai
Inisiatif tersebut diberi nama SI GOPAL (Sisa Gonggong jadi Penetral Lahan). Pada tahun pertama pelaksanaannya, SI GOPAL menurunkan timbulan limbah cangkang gonggong sebesar 0,288 ton per tahun. Dari sisi ekonomi, anggota kelompok yang mayoritas keluarga nelayan memperoleh tambahan pendapatan Rp 25.000 untuk setiap 5 kg bubuk yang terjual.
Manfaat juga dirasakan kelompok tani melalui efisiensi biaya produksi sebesar 4 persen. Selain itu, kehadiran Poklahsar Lance Perkasa mendorong meningkatnya partisipasi perempuan dalam aktivitas sosial dan ekonomi di tingkat lokal.
Kontribusi pada Lingkungan dan Ekonomi
Melalui skema tersebut, pengelolaan limbah tidak hanya berkontribusi pada perbaikan kualitas lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru berbasis sumber daya lokal di Kelurahan Tembesi. Inisiatif ini menjadi contoh nyata bagaimana pengelolaan limbah dapat menjadi solusi untuk masalah lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat, program ini menunjukkan bahwa inovasi lokal dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan. Di masa depan, diharapkan inisiatif serupa dapat diterapkan di daerah lain untuk mendukung pertumbuhan ekonomi sirkular secara nasional.