Data BPS 2025: 6 Wilayah Ini Jadi Sumber Pengangguran Terbesar di Bali

admin.aiotrade 11 Des 2025 2 menit 28x dilihat
Data BPS 2025: 6 Wilayah Ini Jadi Sumber Pengangguran Terbesar di Bali
Data BPS 2025: 6 Wilayah Ini Jadi Sumber Pengangguran Terbesar di Bali

Tingkat Penganggungan di Bali: Enam Wilayah dengan Angka Tertinggi

Provinsi Bali tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata utama, tetapi juga sebagai wilayah yang memiliki dinamika sosial-ekonomi yang terus berkembang. Meski ada penurunan jumlah pengangguran, beberapa daerah masih menjadi perhatian khusus karena tingkat pengangguran yang relatif tinggi.

Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Bali pada Agustus 2025 turun sekitar 40 ribu orang, atau setara 1,58 persen. Meskipun angka ini menunjukkan peningkatan, beberapa wilayah masih menghadapi tantangan dalam menciptakan lapangan kerja yang cukup untuk memenuhi kebutuhan penduduk.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Berikut adalah enam daerah dengan tingkat pengangguran tertinggi di Bali:

  • Kabupaten Buleleng
    Kabupaten Buleleng menduduki posisi pertama sebagai wilayah dengan jumlah pengangguran terbesar di Bali. Dengan TPT sebesar 2,06 persen, Buleleng menjadi penyumbang terbesar dalam struktur pengangguran provinsi. Menariknya, kabupaten ini dipimpin oleh Bupati I Nyoman Sutjidra, salah satu kepala daerah dengan harta kekayaan yang cukup besar. Berdasarkan laporan LHKPN, kekayaannya mencapai Rp 9,49 miliar. Sejarah Buleleng juga menarik, karena daerah ini dikenal dengan julukan “Den Bukit” sejak masa kepemimpinan Panji Sakti.

  • Kota Denpasar
    Kota Denpasar, sebagai pusat pemerintahan dan aktivitas ekonomi Bali, berada di posisi kedua dengan tingkat pengangguran 2,11 persen. Meskipun pembangunan ekonomi kota ini berkembang pesat, tingginya urbanisasi dan kompetisi kerja membuat angka TPT tetap signifikan.

  • Kabupaten Gianyar
    Kabupaten Gianyar berada di urutan ketiga dengan 1,98 persen TPT. Meski dikenal sebagai pusat seni, budaya, dan industri kreatif, kebutuhan lapangan kerja yang stabil masih belum dapat mengimbangi jumlah angkatan kerja di wilayah ini.

  • Kabupaten Tabanan
    Dengan tingkat pengangguran 1,85 persen, Kabupaten Tabanan berada di posisi keempat. Wilayah agraris ini memiliki potensi pertanian dan pariwisata, namun tingkat serapan tenaga kerja belum sepenuhnya menjawab kebutuhan tenaga kerja lokal.

  • Kabupaten Badung
    Kabupaten Badung, yang menjadi pusat kawasan pariwisata internasional seperti Kuta, Seminyak, dan Nusa Dua, berada di peringkat kelima dengan 1,83 persen. Meski aktivitas pariwisata pulih dan kembali bergairah, kompetisi tenaga kerja dan kebutuhan SDM berkompetensi tinggi membuat TPT di wilayah ini tetap masuk kategori tinggi.

  • Kabupaten Jembrana
    Peringkat keenam ditempati Kabupaten Jembrana dengan 1,53 persen TPT. Meski angkanya lebih rendah dibanding daerah lainnya, Jembrana tetap menjadi catatan penting bagi pemerintah dalam mendorong penciptaan lapangan kerja baru agar tidak tertinggal dari wilayah Bali lainnya.

Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan