Data DTSEN Tidak Akurat, Yudha Puja Temukan Janda Duafa di Cilawu Masuk Desil 6 Tanpa Bantuan

admin.aiotrade 26 Okt 2025 3 menit 12x dilihat
Data DTSEN Tidak Akurat, Yudha Puja Temukan Janda Duafa di Cilawu Masuk Desil 6 Tanpa Bantuan
Data DTSEN Tidak Akurat, Yudha Puja Temukan Janda Duafa di Cilawu Masuk Desil 6 Tanpa Bantuan

Kondisi Miris Janda Lansia yang Terlewat oleh Sistem Bantuan Sosial

Di tengah upaya pemerintah untuk menyalurkan bantuan sosial secara tepat sasaran, terdapat ironi yang masih terjadi. Seorang janda lansia bernama Minawati, warga Kampung Cihalimum, RT 02 RW 10, Desa Sukatani, Kecamatan Cilawu, hidup dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Ia tinggal di sebuah rumah reyot yang nyaris roboh, tanpa dukungan apapun dari sistem bantuan sosial. Namun, dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), Minawati justru tercatat sebagai desil 6, kategori masyarakat menengah, sehingga tidak berhak menerima bantuan apa pun.

Kondisi ini terungkap ketika Anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi PDI Perjuangan, Yuda Puja Turnawan, melakukan kunjungan ke rumah Minawati bersama Camat Cilawu Deni Darmawan, perangkat desa, pendamping PKH, dan pengurus PAC PDI Perjuangan setempat. Rumah yang berdinding bilik bambu dengan atap bocor menjadi saksi bisu perjuangan hidup Minawati. Di usia senja, ia masih bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan tak menentu, sekitar Rp30.000 per hari, itupun jika ada yang mempekerjakan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Beliau ini jelas tergolong warga tidak mampu. Tapi dalam data DTSEN justru tercatat sebagai desil 6. Ini anomali dan contoh nyata terjadinya exclusion error, ujar Yuda dengan nada prihatin. Menurutnya, kasus Minawati menggambarkan betapa data DTSEN belum sepenuhnya akurat dalam memotret kondisi kesejahteraan masyarakat di lapangan. Padahal, kata dia, Minawati tidak pernah menerima bantuan sosial apapun, mulai dari BPNT, PKH Lansia, hingga BPJS PBI.

Dengan kondisi seperti ini, semestinya beliau mendapatkan bantuan dari pemerintah. Kami berharap Kementerian Sosial segera melakukan asesmen dan memperbaiki data agar bantuan tepat sasaran, tegas Yuda. Ia menambahkan bahwa pihaknya akan mengupayakan agar Minawati mendapat perhatian nyata dari berbagai lembaga. Yuda berencana berkoordinasi dengan Kementerian Sosial, Baznas, hingga program CSR BJB untuk merealisasikan bantuan rumah tidak layak huni (Rutilahu) serta bantuan sosial lain yang dibutuhkan.

Kami akan terus berikhtiar. Tidak mudah memang, tapi harus ada kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat untuk menolong Ibu Minawati, ungkapnya. Sementara itu, Camat Cilawu Deni Darmawan membenarkan kondisi warga tersebut. Ia menyebut pihak kecamatan akan segera menindaklanjuti dan berkoordinasi dengan pendamping sosial serta pemerintah desa.

Benar, Ibu Minawati seharusnya termasuk penerima bantuan. Kami akan dorong agar masuk prioritas Rutilahu tahun 2026 dan juga diusulkan ke Baznas, ujar Deni. Kunjungan tersebut diharapkan menjadi pintu awal perbaikan data sosial sekaligus wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap warga miskin yang selama ini terpinggirkan oleh sistem.

Sekilas tentang DTSEN

DTSEN (Data Terpadu Sosial dan Ekonomi Nasional) adalah basis data nasional yang digunakan pemerintah untuk menentukan penerima berbagai program bantuan sosial seperti PKH, BPNT, dan lainnya. Data ini dikelola oleh Kementerian Sosial dan diperbarui secara berkala melalui usulan pemerintah daerah.

Dalam DTSEN, masyarakat dibagi dalam 10 desil kesejahteraan: * Desil 14: Kategori miskin dan sangat miskin, berhak menerima bantuan sosial. * Desil 510: Kategori menengah hingga sejahtera, umumnya tidak memenuhi syarat untuk bantuan.

Kasus Minawati menjadi contoh konkret terjadinya exclusion error, yaitu kesalahan pencatatan yang menyebabkan warga miskin tidak tercatat sebagai penerima bantuan. Sebuah ironi yang menegaskan, di balik angka dan tabel data, masih ada wajah-wajah renta yang terlewat oleh sistem.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan