Daun Tutupi Jalan Nasional Aceh Tenggara-Gayo Lues, Jalur Licin dan Berlumut

admin.aiotrade 17 Des 2025 3 menit 13x dilihat
Daun Tutupi Jalan Nasional Aceh Tenggara-Gayo Lues, Jalur Licin dan Berlumut
Daun Tutupi Jalan Nasional Aceh Tenggara-Gayo Lues, Jalur Licin dan Berlumut

Kondisi Jalan Nasional Aceh Tenggara-Gayo Lues Mengkhawatirkan

Kondisi jalan nasional Aceh Tenggara-Gayo Lues di wilayah Kecamatan Ketambe semakin memprihatinkan. Ruas jalan yang melintasi Desa Aunan Sepakat, Desa Ketambe, dan kawasan sekitarnya dilaporkan licin dan rawan kecelakaan lalu lintas akibat tumpukan dedaunan dan ranting pohon.

Tumpukan Dedaunan Menutupi Ruas Jalan

Berdasarkan pantauan di lapangan, dedaunan yang dibiarkan menumpuk di badan jalan nasional Ketambe Aceh Tenggara dapat membusuk saat musim hujan dan memicu pertumbuhan lumut. Akibatnya, permukaan jalan menjadi licin, terutama pada jalur turunan tajam yang menghubungkan Ketambe dengan Kabupaten Gayo Lues dan Sumatera Utara.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Seorang pengendara sepeda motor yang melintas, Denny Affaldi, mengatakan bahwa ranting dan dedaunan yang berserakan di jalan raya dapat membahayakan pengendara. Ia menyampaikan:

"Karena musim penghujan daun kayu itu membusuk dan menimbulkan jalan berlumut hingga licin. Seharusnya, dedaunan dan ranting yang menutupi jalan nasional Aceh Tenggara menghubungkan ke Gayo Lues dan Sumatera Utara itu agar dibersihkan agar jalan terawat dan tidak licin."

Harapan untuk Pembersihan Jalan Nasional

Hal senada disampaikan oleh Ketua Barisan Sepuluh Pemuda Aceh Tenggara, Dahrinsyah. Ia mengatakan bahwa kendaraan bermotor yang melintas harus hati-hati karena jalan dari arah Gayo Lues menuju Kutacane memiliki turunan tajam.

"Kondisi ini membahayakan karena di sepanjang jalan nasional di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser berserakan dedaunan hingga membusuk dan berlumut. Akibatnya jalan Nasional itu menjadi licin dan membahayakan bagi pengendara, karena bisa tergelincir," ujar Dahrinsyah.

Ia menilai kondisi jalan nasional di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) tersebut telah berlangsung cukup lama. Dahrinsyah berharap jalan nasional tersebut segera dibersihkan agar jalan tetap terawat dan tidak menjadi licin.

"Sebab, kalau jalan tergenang air maka kualitas jalan akan berpengaruh dan mudah berlubang," katanya.

Dampak Terhadap Keamanan Pengguna Jalan

Kondisi jalan yang licin dan berlumut tidak hanya mengganggu kenyamanan para pengendara, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas. Jalur-jalur yang curam dan berlumut sangat rentan menyebabkan kendaraan tergelincir, terutama ketika hujan deras.

Selain itu, tumpukan dedaunan dan ranting yang tidak segera dibersihkan dapat menyebabkan perbaikan jalan menjadi lebih mahal dan rumit. Proses pembersihan dan perawatan jalan yang terlambat dapat memperparah kerusakan fisik jalan dan mengurangi usia pakainya.

Langkah yang Diharapkan

Masyarakat dan organisasi masyarakat setempat meminta pihak terkait, seperti dinas perhubungan atau instansi yang bertanggung jawab atas perawatan jalan, untuk segera melakukan pembersihan dan perbaikan ruas jalan yang rusak. Mereka juga berharap adanya program rutin dalam menjaga kondisi jalan agar tetap aman dan nyaman digunakan.

Dengan adanya tindakan proaktif dari pemerintah dan lembaga terkait, kondisi jalan nasional Aceh Tenggara-Gayo Lues dapat segera diperbaiki dan mengurangi risiko kecelakaan serta gangguan lalu lintas.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan