Solusi Permanen untuk Warga Eretan yang Terdampak Banjir Rob
Pemerintah Kabupaten Indramayu mengusulkan pembangunan rumah susun (rusun) sebagai solusi relokasi permanen bagi ratusan warga Desa Eretan yang selama ini terdampak banjir rob. Usulan ini mendapat respons positif dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang bahkan menyebutnya sebagai “apartemen nelayan”.
Usulan tersebut disampaikan oleh Bupati Indramayu Lucky Hakim saat mendampingi kunjungan kerja Gubernur Dedi Mulyadi di Kantor Kecamatan Kandanghaur, pada Kamis 18 Desember 2025. Dalam pertemuan dengan warga Desa Eretan Wetan, dibahas secara mendalam rencana relokasi 207 kepala keluarga yang bermukim di bantaran sungai dan rawan terendam banjir rob.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Lucky Hakim menilai, pembangunan rusun menjadi pilihan paling tepat mengingat keterbatasan lahan di wilayah pesisir utara Indramayu. Konsep hunian vertikal ini diharapkan dapat mengakomodasi seluruh warga yang harus direlokasi tanpa memerlukan lahan baru yang luas.
Gubernur Dedi Mulyadi langsung menyatakan setuju. “Iya boleh, siapin tanahnya, kita bangun rusun,” katanya tegas di hadapan warga dan pejabat setempat. Pernyataan itu disambut riuh tepuk tangan dari para nelayan dan warga yang hadir.
Lebih lanjut, Dedi menyanggupi skema pembiayaan patungan antara Pemprov Jawa Barat dan Pemkab Indramayu, dengan porsi anggaran lebih besar ditanggung provinsi. Ia juga mengusulkan agar rusun tersebut diberi nama “apartemen nelayan” untuk mencerminkan identitas masyarakat pesisir.
Selain 207 warga yang segera direlokasi karena pembangunan tanggul sungai, Dedi menyebut masih ada sekitar seribu warga lain di kawasan Eretan yang juga perlu hunian layak. “Kemudian sisanya yang seribu orang kita bikin apartemen nelayan,” ujarnya.
Gubernur menekankan, baik kampung nelayan maupun apartemen nelayan harus dibangun dengan tata ruang yang rapi, bersih, dan bebas dari kesan kumuh. “Ini harus jadi percontohan permukiman pesisir di Jawa Barat,” tegas Dedi.
Sebagai solusi jangka pendek, Pemprov Jawa Barat menyiapkan bantuan relokasi sementara sebesar Rp10 juta per kepala keluarga. Bantuan ini diberikan sambil menunggu pembangunan Kampung Nelayan Eretan yang direncanakan dimulai pada Maret 2026.
Sementara itu, Bupati Lucky Hakim menyampaikan bahwa upaya penanganan banjir rob di wilayah Eretan mulai membuahkan hasil. Proses relokasi dilakukan bertahap bersamaan dengan pembangunan infrastruktur pencegahan, seperti tanggul sungai dan tembok laut (sheet pile).
“Kami terus berkoordinasi dengan Pemprov Jabar untuk memastikan warga mendapatkan hunian yang aman dan nyaman,” kata Lucky Hakim.
Ia menambahkan, pembangunan tembok laut sepanjang pesisir utara Indramayu telah menunjukkan efektivitasnya dalam meredam gelombang rob. Namun, relokasi tetap menjadi prioritas utama untuk menjamin keselamatan jiwa warga di masa mendatang.
Pertemuan tersebut juga menjadi momen jabat tangan hangat antara Gubernur Dedi Mulyadi dan Bupati Lucky Hakim, menandakan komitmen kuat kedua pemimpin dalam menyelesaikan permasalahan banjir rob yang telah puluhan tahun menerjang wilayah utara Indramayu.
Warga Desa Eretan Wetan yang hadir mengaku lega dengan keputusan ini. Mereka berharap rencana pembangunan rusun atau apartemen nelayan dapat segera terealisasi, sehingga anak-cucu mereka tidak lagi harus hidup dalam ancaman banjir rob setiap musim penghujan atau pasang air laut.
Sinergi antara Pemprov Jawa Barat dan Pemkab Indramayu ini diharapkan menjadi model penanganan bencana pesisir di daerah lain yang memiliki permasalahan serupa.
Dengan hunian vertikal yang tertata, kawasan Eretan tidak hanya aman dari banjir, tetapi juga dapat berkembang menjadi permukiman nelayan modern yang mandiri dan sejahtera.