Dedi Mulyadi Janjikan Pembangunan Infrastruktur Pangandaran Mulai dari Rel Kereta hingga Trotoar

admin.aiotrade 26 Okt 2025 3 menit 13x dilihat
Dedi Mulyadi Janjikan Pembangunan Infrastruktur Pangandaran Mulai dari Rel Kereta hingga Trotoar

Komitmen Gubernur Jabar dalam Pembangunan Infrastruktur dan Kesenian di Pangandaran

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan komitmennya untuk memacu pembangunan infrastruktur sekaligus memperkuat identitas kesenian di Kabupaten Pangandaran. Mulai dari bangun jalur kereta api sampai trotoar jalan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Dedi Mulyadi, atau yang akrab disapa KDM, menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh pembangunan jalur kereta api Banjar–Pangandaran–Cijulang, yang akan menghubungkan kawasan Jawa Barat bagian selatan hingga ke Pangandaran. Menurutnya, peningkatan infrastruktur transportasi merupakan langkah penting untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka peluang lebih luas bagi pengembangan seni dan budaya lokal.

KDM meyakini, ketika konektivitas antarwilayah sudah berjalan dengan baik, maka potensi seni masyarakat Pangandaran dapat diangkat menjadi kekuatan daerah. Seni, katanya, bisa menjadi daya tarik wisata dan identitas unik yang membedakan Pangandaran dari wilayah lain di Jawa Barat.

Kekayaan Budaya dan Identitas Lokal

Hal tersebut disampaikan KDM dalam Rapat Paripurna Hari Jadi Kabupaten Pangandaran ke-13 yang digelar di ruang rapat DPRD Pangandaran pada Sabtu (25/10/2025). "Masyarakat Pangandaran ini sebenarnya cukup menarik, mereka punya bakat seni yang lumayan," imbuhnya, dikutip dari TribunJabar.id.

Dalam kesempatan itu, Dedi juga menyinggung keunikan masyarakat Pangandaran yang menurutnya memiliki kemiripan dengan masyarakat Bali, daerah yang terkenal karena kekayaan seni dan budayanya. Ia menilai semangat kreatif dan kepekaan estetika yang kuat di Bali bisa menjadi inspirasi bagi Pangandaran untuk mengembangkan karakter seninya sendiri.

Integrasi Seni dalam Tata Ruang

Dedi menambahkan, salah satu aspek yang masih perlu diperkuat di Pangandaran adalah integrasi nilai seni dalam tata ruang dan desain bangunan publik. Sebagai contoh, ia menyebut bagaimana di Bali, unsur seni tidak hanya hadir dalam karya budaya, tetapi juga menyatu dalam arsitektur, infrastruktur, dan identitas kota.

“Mulai dari gerbang, jalan, trotoar, hotel, hingga tepi pantai, semuanya bernuansa seni, bahkan branding-nya pun berkarakter seni,” katanya.

Untuk mencapai hal serupa, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana menyiapkan konsep tata bangunan yang menonjolkan identitas lokal Pangandaran. KDM berharap penataan kawasan dapat dilakukan secara seragam dan estetis, dengan tetap mencerminkan kearifan budaya masyarakat setempat.

“Tujuannya supaya Pangandaran punya karakter yang khas supaya bangunannya seragam, trotoarnya seragam, drainasenya tertata, hingga punya branding tersendiri,” ungkapnya.

Harapan untuk Destinasi Wisata yang Harmonis

Melalui gagasan tersebut, Dedi Mulyadi berharap Pangandaran tidak hanya dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga sebagai destinasi yang memadukan seni, budaya, dan tata ruang secara harmonis dan berkelanjutan.

Pada puncak peringatan Hari Jadi (Milangkala) ke-13 Kabupaten Pangandaran, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan bantuan pelunasan utang sebesar Rp 50 miliar kepada Pemerintah Kabupaten Pangandaran. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam rapat paripurna istimewa Milangkala ke-13 yang berlangsung di Gedung DPRD Pangandaran pada Sabtu sore (25/10/2025).

"Nanti dikomunikasikan dengan Kepala Bappeda. Artinya, ada bantuan dari Provinsi untuk Pangandaran senilai Rp 50 miliar," ujar Dedi dalam sambutannya, dikutip dari Kompas.com.

Ia menegaskan, dana bantuan tersebut tidak diperuntukkan bagi pembangunan infrastruktur fisik seperti jalan, melainkan untuk membantu pemerintah daerah melunasi kewajiban utang kepada pihak perbankan. Dalam kesempatan itu, Dedi juga mengingatkan pentingnya kebersamaan dalam membangun daerah.

"Hidup harus dijalani bersama-sama. Membangun itu tidak boleh sendiri-sendiri. Saya juga harus prihatin. Coba lihat, Gubernur tanpa pengawalan, tanpa mobil dinas, tanpa perjalanan dinas," katanya.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan