
Peresmian Tahapan Rekonstruksi Situs Gunung Padang
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, secara resmi membuka tahapan rekonstruksi Situs Gunung Padang yang berada di Desa Karyamukti, Kecamatan Cempaka, Kabupaten Cianjur, pada Senin (15/12/2025). Acara peresmian ini menjadi tanda dimulainya kembali upaya penataan situs bersejarah yang selama ini menjadi perhatian para pemerhati sejarah dan budaya serta masyarakat luas.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Dalam kesempatan tersebut, Dedi Mulyadi terlihat sangat takjub dengan sejarah peradaban yang tersingkap di Situs Gunung Padang. Ia tampak antusias saat mendengarkan paparan dari tim peneliti yang menjelaskan situs megalitikum tersebut dari berbagai perspektif dan disiplin keilmuan. Dedi menekankan bahwa masyarakat tidak boleh selalu mengaitkan situs ini dengan hal-hal mistis, tetapi harus memahaminya sebagai bagian dari teknologi masa lalu.
Menurutnya, keberadaan Situs Gunung Padang adalah bukti nyata peradaban dan penerapan teknologi oleh nenek moyang. Rasa takjub Dedi semakin meningkat saat mendengar penjelasan dari tim peneliti tentang keberadaan batu-batu di Gunung Padang yang didatangkan dari lokasi lain, termasuk batu menhir berbobot 2,3 ton yang ada di teras lima.
"Pertanyaannya, ini kan menanjak, batu seberat ini bagaimana cara membawanya? Teknologi apa yang digunakan pada zaman itu?" ujar Dedi.
Komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat
Dedi Mulyadi menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat siap membantu pemugaran Situs Gunung Padang bersama dengan pihak Kementerian Kebudayaan dan pemerintah daerah setempat. Menurutnya, negara memiliki kewajiban untuk memelihara dan bertanggung jawab penuh atas rekonstruksi berbagai peninggalan sejarah.
"Mudah-mudahan biayanya tersedia. Kalau tidak tersedia, harus disediakan. Saya pikir melalui APBN, APBD provinsi, dan kabupaten, jika bersama-sama, kita bisa merekonstruksi Gunung Padang ini," katanya.
Ia juga menyampaikan harapan agar seluruh proses rekonstruksi berlangsung tertib, aman, dan sesuai rencana. Dedi mengingatkan bahwa negara memiliki kewajiban besar, terutama melalui pemerintah daerah, untuk memastikan ketersediaan anggaran yang dibutuhkan.
"Negara bertanggung jawab penuh terhadap berbagai rekonstruksi peninggalan sejarah. Biaya harus tersedia, kalaupun tidak tersedia harus disediakan," ujarnya.
Filosofi di Balik Nama "Gunung Padang"
Selain takjub melihat Situs Gunung Padang, Dedi juga menjelaskan filosofis yang terkandung dalam penamaan "Gunung Padang". Ia menilai situs ini merupakan bukti nyata peradaban leluhur yang membangun ruang untuk memandang alam secara luas dan menyeluruh.
"Gunung itu artinya adalah puncak tertinggi dari sebuah peradaban. Padang itu artinya alam yang luas," kata Dedi.
Dukungan dari Pemprov Jabar
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Iendra Sofyan, menyampaikan dukungan penuh dari Pemprov Jabar terhadap pelaksanaan rekonstruksi, terlebih setelah Gunung Padang resmi ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional. Ia berharap proses rekonstruksi tidak hanya memperkaya khazanah ilmu pengetahuan dan sejarah, tetapi juga memberi dampak positif terhadap sektor pariwisata daerah.
"Kegiatan ini tentu akan menggali lebih dalam informasi sejarah yang dimiliki masyarakat zaman dulu," kata Iendra.
"Ini juga bisa menjadi daya tarik wisata. Terlebih kita sudah didukung dengan akses kereta api melalui program West Java Traincation," pungkasnya.