Dedi Mulyadi Kritik Tambang: Dana Banyak, Rakyat Tetap Miskin

admin.aiotrade 21 Okt 2025 2 menit 11x dilihat
Dedi Mulyadi Kritik Tambang: Dana Banyak, Rakyat Tetap Miskin

Keprihatinan Gubernur Jawa Barat terhadap Masyarakat Sekitar Tambang

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan bahwa aktivitas pertambangan di wilayahnya harus memberikan manfaat langsung bagi kesejahteraan masyarakat sekitar. Namun, ia mengungkapkan kekhawatirannya bahwa aliran dana besar dari sektor tambang belum memberikan dampak signifikan terhadap ekonomi warga.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

"Belajar dari kasus Rumpin, kasus Renghas Jajar dan sekitarnya. Kita bisa melihat bahwa aliran uang yang puluhan miliar dalam setiap bulan dan bisa jadi ratusan miliar dalam setiap tahun ternyata tidak bisa mendongkrak ekonomi warga sekitar," ujar Dedi dalam rekaman video yang diterima aiotrade, Selasa (21/10/2025).

Kondisi Warga Sekitar Tambang yang Memprihatinkan

Mantan Bupati Purwakarta tersebut menjelaskan, kondisi masyarakat di sekitar tambang justru banyak yang memprihatinkan. Ia mencatat, saat aktivitas tambang ditutup sementara, banyak warga kehilangan mata pencaharian.

"Ketika baru sebentar tambang ditutup, semua orang sudah berteriak, ditagih oleh bank keliling. Infrastruktur di sekitar desanya hancur," katanya.

Dedi juga mengkritik pengusaha tambang yang sering memanfaatkan masyarakat sebagai garda terdepan untuk memprotes kebijakan pemerintah saat aktivitas tambang dihentikan.

Langkah Pemerintah untuk Membantu Warga Terdampak

Untuk membantu masyarakat yang kehilangan mata pencaharian akibat penutupan tambang, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menyiapkan sejumlah langkah. Selain itu, pihaknya juga akan memberikan bantuan modal usaha dan dana pengganti bagi masyarakat yang terdampak.

"Mohon sabar untuk semuanya bahwa pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah menyiapkan skema-skema dan dalam waktu dekat akan segera direalisasikan," tegas Dedi.

Ia menambahkan, kebijakan penertiban tambang diambil setelah melalui berbagai kajian mendalam, mulai dari keselamatan masyarakat hingga kelestarian lingkungan.

"Saya berpihak pada kepentingan masyarakat, saya akan berjuang dengan kepentingan rakyat, dan saya tidak mau masyarakat dijadikan ujung tombak menghadapi pemerintah," pungkasnya.

Penutup

Dedi Mulyadi menekankan pentingnya keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan perlindungan terhadap masyarakat serta lingkungan. Ia menyatakan komitmennya untuk terus berjuang demi kesejahteraan rakyat, tanpa mengorbankan kepentingan umum. Dengan langkah-langkah yang telah disiapkan, diharapkan dapat memberikan solusi nyata bagi masyarakat yang terdampak dari penutupan aktivitas pertambangan.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan