Defisit APBN 2025 Diperkirakan Membesar, Pemerintah Janjikan di Bawah 3%

admin.aiotrade 16 Des 2025 2 menit 15x dilihat
Defisit APBN 2025 Diperkirakan Membesar, Pemerintah Janjikan di Bawah 3%


Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan bahwa defisit anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) pada tahun 2025 diperkirakan akan melebar. Namun, Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu, Febrio Kacaribu, menegaskan bahwa defisit tersebut tetap dapat dikelola dengan baik.

“Defisit terjaga, di bawah 3%,” ujar Febrio saat berbicara di Gedung Kemenko Perekonomian, Selasa (16/12).

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Menurut outlook APBN 2025, angka defisit diproyeksikan sebesar 2,78%. Meskipun ada kemungkinan defisit melebar dari target ini, Febrio belum bisa memberikan detail sejauh mana pelebaran yang terjadi.

“Ya, outlook-nya kan 2,78%. Ini kita sedang lihat dua minggu terakhir. Kalaupun nanti melebar, kita akan tetap jaga di bawah 3%,” tambah Febrio.

Penerimaan pajak yang tidak mencapai target menjadi salah satu faktor yang memengaruhi proyeksi defisit. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya menyatakan bahwa penerimaan pajak pada 2025 diperkirakan akan mengalami shortfall. Kondisi ini disebabkan oleh realisasi penerimaan pajak yang berada di bawah target.

Namun, Purbaya belum bisa menyebutkan besaran shortfall tersebut. “Kan ada usaha-usaha untuk dua bulan terakhir ya. Jadi shortfall-nya melebar, tapi tidak melebar parah. Angkanya masih gerak. Yang jelas, tahun depan akan berubah. Saya akan lihat betul pajak seperti apa, saya akan hands on,” katanya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (15/12).

Saat ini, realisasi penerimaan negara pada Oktober 2025 baru terkumpul sebesar Rp 2.113,3 triliun atau 73,7% terhadap outlook lapsem I 2025 yakni Rp 2.865,5 triliun. Porsi terbesar berasal dari pajak yang baru terkumpul sebesar Rp 1.459 triliun atau 70,2% dari outlook sebesar Rp 2.067,9 triliun.

Di sisi lain, belanja negara hingga Oktober 2025 sudah mencapai Rp 2.593 triliun atau 73,5% dari outlook sebesar Rp 3.527,5 triliun. Dengan demikian, defisit hingga Oktober 2025 mencapai Rp 532,9 triliun atau 2,02% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Beberapa faktor yang memengaruhi kondisi keuangan negara antara lain fluktuasi ekonomi global, kinerja sektor industri, serta kebijakan fiskal yang diterapkan. Untuk mengatasi potensi defisit yang melebar, pemerintah akan terus memantau realisasi penerimaan dan pengeluaran secara berkala.

Selain itu, langkah-langkah strategis juga akan dilakukan, termasuk peningkatan optimalisasi penerimaan pajak dan pengendalian belanja negara agar tetap sesuai dengan target. Dengan adanya perencanaan dan evaluasi yang matang, pemerintah berkomitmen untuk menjaga stabilitas keuangan negara dalam jangka panjang.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan