
Indonesia Berkomitmen untuk Mendukung Tropical Forests Forever Fund
Indonesia telah menunjukkan komitmennya untuk berpartisipasi dalam Tropical Forests Forever Fund (TFFF) dengan kontribusi hingga US$ 1 miliar, atau sekitar Rp16,8 triliun. Langkah ini diumumkan pada Konferensi Iklim PBB COP30 di Brasil. Pemerintah menyebut tindakan ini sebagai bagian dari dukungan terhadap pendanaan konservasi hutan tropis global senilai US$ 125 miliar.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Peneliti WRI Indonesia, Sita Primadevi, menjelaskan bahwa Indonesia mengikuti langkah Brasil dengan memberikan komitmen sebesar US$ 1 miliar. Hal ini menjadikan Indonesia berperan ganda sebagai sponsor sekaligus penerima manfaat TFFF.
Struktur Pendanaan dan Risiko yang Terkait
Dalam struktur pendanaan TFFF, Indonesia akan menempati posisi junior capital. Posisi ini menanggung risiko terbesar jika investasi mengalami kerugian, tetapi juga berpotensi menerima imbal hasil paling tinggi apabila investasi berjalan baik.
“Junior capital itu akan menerima pembayaran paling akhir tapi nilainya paling besar. Namun jika rugi, ia yang paling terdampak,” kata Sita.
Sumber Pendanaan Masih Belum Jelas
Meski Indonesia berkomitmen mendanai TFFF, sumber pendanaan utama masih belum jelas. Diperlukan dana sebesar Rp35 triliun per tahun untuk membiayai upaya konservasi hutan. Skema TFFF diharapkan menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Kerja Sama dengan Brasil
Indonesia siap bekerja sama dengan Brasil dalam inisiatif pendanaan hutan tropis TFFF. Kemitraan ini diharapkan dapat memperkuat upaya pengurangan deforestasi dan perlindungan ekosistem hutan.
Syarat Ketat untuk Menerima Dana TFFF
TFFF diproyeksikan menghasilkan imbal hasil sebesar US$ 3–4 miliar per tahun. Dana tersebut akan disalurkan ke negara-negara berhutan tropis yang memenuhi kriteria tertentu, salah satunya tingkat deforestasi yang berada di bawah 0,5%.
Sita menjelaskan bahwa dana imbal hasil yang diterima tidak terkait langsung dengan status Indonesia sebagai investor.
“Return on investment itu terpisah. Indonesia akan menerima pengembalian investasi sebagai junior capital, dan terlepas dari itu Indonesia juga bisa menerima transfer payment selama deforestasi di bawah 0,5%,” ujar Sita.
Indonesia dan Brasil: Kontribusi Besar Tapi Deforestasi Tinggi
Menurut World Resources Institute (WRI), Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat deforestasi tertinggi di dunia pada periode 2015–2024. Indonesia kehilangan sekitar 10 juta hektare tutupan pohon dalam periode tersebut, setara 11% dari total deforestasi global. Hal ini menjadikannya negara dengan deforestasi terbesar kedua setelah Brasil.
Brasil berada di peringkat teratas dengan deforestasi 23 juta hektare atau 26% dari total kehilangan tutupan pohon global.
Pertanyaan tentang Kemampuan Indonesia
Dengan tingkat deforestasi historis yang tinggi, muncul pertanyaan apakah Indonesia dapat memenuhi batas deforestasi di bawah 0,5% untuk mendapatkan manfaat pendanaan TFFF.
Potensi Keuntungan Tetap Terbuka
Menurut Sita, potensi manfaat Indonesia dari skema ini tetap terbuka selama negara mampu menekan laju deforestasi ke ambang batas yang disyaratkan.
“Selama deforestation rate-nya di bawah 0,5%, Indonesia tetap bisa menerima payment dari TFFF,” ujarnya.
Di sisi lain, sebagai investor junior capital, Indonesia tetap berhak memperoleh pengembalian investasi terlepas dari performa deforestasi, selama kinerja dana investasi TFFF berjalan sesuai proyeksi.