Dekranasda Mabar Bantu Industri Tenun dengan Benang Sutera

admin.aiotrade 18 Okt 2025 3 menit 18x dilihat
Dekranasda Mabar Bantu Industri Tenun dengan Benang Sutera


aiotrade.app.CO.ID, LABUAN BAJO – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, memberikan bantuan berupa benang sejenis sutera kepada tiga kelompok tenun di daerah tersebut pada Sabtu. Langkah ini dilakukan untuk mendukung industri tenun lokal yang berkembang di wilayah itu.

Bantuan ini merupakan kolaborasi antara Dekranasda dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Manggarai Barat. Menurut Wakil Ketua Dekranasda Kabupaten Manggarai Barat, Melly Weng, ketiga kelompok tenun yang menerima bantuan terletak di Kecamatan Lembor dan Lembor Selatan. Mereka dipilih karena konsistensi dan komitmen tinggi dalam mengembangkan usaha tenun di daerah tersebut.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

"Bantuan benang sejenis sutera ini berkualitas sangat baik," ujar Melly Weng, menekankan bahwa kualitas benang yang diberikan diharapkan dapat meningkatkan mutu hasil tenun yang diproduksi. Meningkatnya kualitas produk kerajinan ini diharapkan tidak hanya mendukung perekonomian lokal tetapi juga mendukung sektor pariwisata di Labuan Bajo.

Tujuan Pemberian Bantuan

Pemberian bantuan ini bertujuan untuk memperkuat daya saing industri tenun lokal. Benang sutera yang diberikan memiliki tekstur yang halus dan tahan lama, sehingga cocok digunakan untuk membuat kain tenun yang bernilai tinggi. Dengan bantuan ini, para penenun diharapkan mampu menciptakan karya yang lebih menarik dan diminati oleh pasar lokal maupun internasional.

Selain itu, bantuan ini juga menjadi langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan tradisi tenun yang sudah ada sejak lama. Tenun merupakan salah satu aset budaya yang penting bagi masyarakat Manggarai Barat. Dengan dukungan dari pemerintah dan lembaga terkait, diharapkan generasi muda dapat lebih tertarik untuk belajar dan melanjutkan seni tenun ini.

Proses Pemilihan Kelompok

Melly Weng menjelaskan bahwa pemilihan tiga kelompok tenun ini dilakukan dengan pertimbangan yang matang. Mereka dinilai memiliki semangat tinggi dan kemampuan dalam menghasilkan kain tenun yang berkualitas. Selain itu, kelompok-kelompok ini juga aktif dalam berbagai kegiatan pameran dan promosi produk tenun di berbagai tempat.

Proses seleksi ini melibatkan tim dari Dekranasda dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian. Mereka melakukan survei langsung ke lokasi kelompok tenun untuk menilai kondisi produksi dan potensi pengembangan. Hasil survei ini menjadi dasar dalam menentukan kelompok yang layak menerima bantuan.

Manfaat yang Diharapkan

Dengan bantuan tahap pertama ini, para penenun diproyeksikan dapat menghasilkan sebanyak 47 lembar kain tenun dengan ukuran 2 meter dari benang sutera yang diberikan. Jumlah ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan kelompok tenun dan memperluas pasar mereka.

Selain itu, bantuan ini juga diharapkan bisa menjadi awal dari kerja sama yang lebih luas antara pemerintah daerah dan pelaku usaha kerajinan. Dengan adanya dukungan yang berkelanjutan, industri tenun di Manggarai Barat dapat terus berkembang dan menjadi salah satu ikon ekonomi kreatif di daerah tersebut.

Tantangan dan Solusi

Meski bantuan ini menawarkan banyak manfaat, masih ada beberapa tantangan yang dihadapi oleh pelaku tenun. Salah satunya adalah kurangnya akses ke pasar yang lebih luas. Untuk mengatasi ini, pihak Dekranasda dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian berencana untuk mengadakan pelatihan pemasaran dan pemasaran online bagi para penenun.

Selain itu, masalah keterbatasan modal juga menjadi isu yang sering muncul. Oleh karena itu, rencana pemberian bantuan seperti ini akan terus dilakukan secara bertahap agar setiap kelompok tenun dapat merasakan manfaatnya secara merata.

Dengan adanya bantuan dan dukungan dari berbagai pihak, harapan besar diarahkan pada masa depan yang lebih cerah bagi industri tenun di Manggarai Barat.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan