
Proyeksi Realisasi Belanja Modal PT Delta Djakarta Tbk
PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) mengungkapkan proyeksi realisasi belanja modal atau capital expenditure (capex) perusahaan pada tahun 2025. Diperkirakan, capex akan mencapai kisaran 70% hingga 75% hingga akhir tahun. Angka ini didasarkan pada alokasi total sebesar Rp 63,9 miliar.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Direktur Keuangan PT Delta Djakarta Tbk, Ma. Joe De Castro Perucho, menyampaikan informasi tersebut dalam agenda paparan publik yang digelar pada Kamis (18/12/2025). Ia menjelaskan bahwa dana capex akan dialokasikan untuk berbagai kebutuhan, termasuk peningkatan operasional, penggantian perangkat mesin dan fasilitas pabrik, serta kebutuhan terkait teknologi informasi (IT).
Sampai dengan kuartal III-2025, realisasi capex DLTA telah mencapai sekitar 32% atau setara dengan Rp 20,3 miliar. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan sudah mulai memanfaatkan dana capex yang dialokasikan.
Kinerja Keuangan Perusahaan
Dari sisi kinerja keuangan, DLTA melaporkan kenaikan penjualan meskipun terjadi penurunan laba bersih. Hingga akhir September 2025, penjualan perusahaan mencapai Rp 484,19 miliar, meningkat tipis 0,3% secara year on year (yoy) dibandingkan posisi yang sama di tahun sebelumnya, yaitu Rp 482,7 miliar.
Beban pokok penjualan tercatat sebesar Rp 148,54 miliar, lebih rendah dari periode sebelumnya yang mencapai Rp 152,29 miliar. Peningkatan ini membantu meningkatkan laba kotor menjadi Rp 335,65 miliar, naik dari Rp 330,42 miliar sebelumnya.
Namun, peningkatan beban usaha menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pertumbuhan laba. Beban penjualan meningkat menjadi Rp 163,64 miliar dari Rp 150,24 miliar.
Laba dan Pajak
DLTA mencatatkan laba sebelum pajak sebesar Rp 134,84 miliar, meningkat dibandingkan periode sebelumnya yang sebesar Rp 127,96 miliar. Namun, beban pajak yang lebih tinggi sebesar Rp 33,55 miliar menyebabkan laba neto tahun berjalan turun tipis menjadi Rp 101,29 miliar, dari sebelumnya Rp 101,84 miliar.
Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp 101,23 miliar, sedikit turun 0,52% dibandingkan periode sebelumnya sebesar Rp 101,77 miliar. Sejalan dengan itu, laba per saham dasar tercatat sebesar Rp 126 per saham, turun tipis dari Rp 127 per saham pada periode sebelumnya.
Grafik Performa Saham DLTA
DLTA Chart
by TradingView