
Permintaan Perbaikan dan Sanksi Tegas dari Pesantren Lirboyo
Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Jawa Timur, menuntut manajemen Trans7 untuk segera melakukan perbaikan menyeluruh pada program-program mereka. Permintaan ini muncul sebagai respons terhadap tayangan yang dinilai menyinggung citra dan nilai-nilai pondok pesantren. Permintaan tegas ini disampaikan langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, KH Oing Abdul Muid, setelah kunjungan silaturahmi yang dilakukan oleh Pendiri Trans Corp, Chairul Tanjung, ke pesantren tersebut.
Kunjungan tersebut berlangsung pada Kamis (23/10/2025). Dalam pertemuan yang hangat di Kediri hari itu, KH Oing Abdul Muid menjelaskan bahwa kehadiran Chairul Tanjung adalah untuk menyampaikan permohonan maaf. Permintaan maaf ini terkait dengan penayangan program Xpose Uncensored pada 13 Oktober 2025, yang memicu kontroversi di kalangan pesantren.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Kunjungan ke Pesantren Lirboyo maksud utama sowan ke KH Anwar Manshur, pengasuh Pesantren Lirboyo," ujar KH Oing Abdul Muid, menggarisbawahi inti dari kunjungan tersebut. Chairul Tanjung, yang didampingi oleh Direktur Utama PT Trans Digital Media (Detik Network) Abdul Aziz dan Prof Muh Nuh, menggelar pertemuan dengan para pengurus dan dzurriyah (keturunan) Pesantren Lirboyo Kediri. Secara khusus, rombongan ini menyampaikan permintaan maaf kepada KH Anwar Manshur dan KH Abdullah Kafabihi Mahrus.
Komitmen Perbaikan dan Sanksi Tegas
Dalam kesempatan itu, Chairul Tanjung menegaskan komitmennya untuk memastikan bahwa tayangan yang menyerang amaliah (praktik keagamaan) nahdliyin tidak akan muncul lagi di Trans7. "Beliau akan melakukan langkah perbaikan internal juga di media lain di bawah Trans Corp. Beliau berjanji medianya akan ikut mengembalikan citra pondok pesantren yang tercederai oleh tayangan itu," kata KH Oing Abdul Muid, menyampaikan hasil pertemuan tersebut.
Chairul Tanjung juga mengungkapkan bahwa tuntutan dari Pesantren Lirboyo Kediri agar pihak yang bertanggung jawab atas penayangan tersebut diberi sanksi tegas telah dipenuhi. "Orang yang bertanggung jawab sudah dipecat," tegasnya. Selain sanksi pemecatan, ia menambahkan bahwa kerja sama dengan rumah produksi yang membuat tayangan kontroversial tersebut juga telah diputus. Konsekuensinya, penayangan acara tersebut dihentikan selamanya.
Mencegah Terulang dan Program Masa Depan
Chairul Tanjung menekankan bahwa diskusi dan komunikasi adalah kunci untuk mencegah kejadian serupa di masa depan. Manajemen Trans7 secara khusus diminta untuk memberikan arahan yang sangat jelas agar acara yang dibuat tidak lagi menyinggung amaliah di lingkungan pondok pesantren. "Kami siap memberikan sanksi berupa pemecatan bagi yang melanggar hal tersebut," tegas Chairul Tanjung, menunjukkan keseriusan pihak Trans Corp.
Sebagai langkah konstruktif, pihak Trans Corp bahkan berencana menayangkan program khusus di masa mendatang yang akan menonjolkan kebaikan pendidikan dan sejarah pondok pesantren. Di akhir kunjungannya, Chairul Tanjung menyampaikan harapannya agar insiden ini segera mereda. "Kami berharap dengan silaturahmi ini semua bisa tenang kembali, situasi kembali kondusif sehingga semua bisa menjalankan fungsi sebagaimana mestinya," tuturnya.
Ia juga berharap agar seluruh umat Islam dapat bersatu padu dalam upaya membangun bangsa yang lebih maju, makmur, dan berkeadilan.