Demmatande, Pahlawan Mamasa yang Gugur Mengusir Penjajah di Benteng Salubanga

admin.aiotrade 10 Nov 2025 2 menit 30x dilihat
Demmatande, Pahlawan Mamasa yang Gugur Mengusir Penjajah di Benteng Salubanga
Demmatande, Pahlawan Mamasa yang Gugur Mengusir Penjajah di Benteng Salubanga

Perjuangan Demmatande, Pahlawan Nasional yang Diakui

Demmatande kini kembali menjadi sorotan setelah masuk dalam daftar 40 usulan calon Pahlawan Nasional tahun 2025. Nama tokoh asal Mamasa, Sulawesi Barat ini kembali diperbincangkan sebagai simbol keberanian masyarakat Pitu Ulunna Salu (PUS) dalam melawan penindasan kolonial Belanda di awal abad ke-20.

Latar Belakang dan Kehidupan Awal

Demmatande, yang memiliki nama asli Daeng Matande, lahir pada tahun 1869 di Kampung Paladan, Distrik Orobua, Mamasa. Sejak muda, ia dikenal sebagai pemimpin berjiwa keras yang menolak ketidakadilan. Sikapnya tegas menentang kebijakan kolonial Belanda yang memberlakukan kerja paksa dan pungutan pajak terhadap rakyat di wilayahnya.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Kehidupan Demmatande dipenuhi dengan semangat perlawanan. Ia tidak pernah mengakui otoritas asing dan selalu memperjuangkan hak-hak rakyatnya. Semangat ini membuatnya menjadi sosok yang sangat dihormati oleh masyarakat sekitarnya.

Perlawanan yang Berdarah

Puncak perlawanan Demmatande terjadi di Benteng Salubanga, tempat ia bersama rakyat Mamasa mengorganisir pertahanan untuk menolak penjajahan. Pertempuran besar pun tak terelakkan. Dalam perlawanan yang heroik itu, Demmatande dan istrinya gugur pada 20 Oktober 1914, meninggalkan jejak perjuangan yang hingga kini masih dikenang sebagai lambang keberanian dan pengorbanan tanpa pamrih.

Perjuangan Demmatande bukan hanya tentang peperangan, tetapi juga tentang semangat menjaga martabat dan kedaulatan rakyat. Ia menolak tunduk pada kekuasaan kolonial dan memilih berjuang hingga titik darah penghabisan.

Pengakuan Nasional

Kini, perjuangan Demmatande mendapatkan perhatian nasional. Pemerintah tengah memproses pengesahan Demmatande sebagai Pahlawan Nasional, sebuah pengakuan atas jasa besar yang ia berikan untuk bangsa Indonesia, khususnya bagi masyarakat Sulawesi Barat.

Warga Mamasa menyambut hangat kabar ini. Banyak yang berharap, pengakuan tersebut akan segera diberikan agar nama Demmatande tercatat sejajar dengan para pahlawan besar lain yang telah mengorbankan nyawa demi kemerdekaan Indonesia.

“Demmatande adalah kebanggaan kami. Ia bukan hanya milik Mamasa, tapi milik Indonesia,” ujar salah satu tokoh adat setempat.

Jejak yang Tak Terlupakan

Dengan perjuangan dan ketulusannya, Demmatande akan selalu dikenang sebagai pejuang sejati dari Tanah Mamasa. Sosok yang berani melawan penjajahan dan gugur bersama cintanya pada tanah kelahirannya.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan