
Ratusan Personel Gabungan Dikerahkan untuk Mengamankan Aksi Unjuk Rasa di Jakarta Pusat
Pada hari Selasa (21/10/2025), ratusan personel gabungan dikerahkan oleh pihak kepolisian untuk mengamankan sejumlah aksi unjuk rasa yang berlangsung di wilayah Jakarta Pusat. Aksi-aksi tersebut dilakukan oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk keluarga besar Ahli Waris alm. Daam Bin Nasairin dan beberapa massa dari berbagai organisasi.
Aksi Unjuk Rasa di Sekitar Monumen Nasional (Monas)
Salah satu titik kumpulan massa adalah di dekat Monumen Nasional (Monas). Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Ruslan Basuki, menyampaikan bahwa apel pengamanan telah dilaksanakan untuk mengawasi aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh keluarga besar Ahli Waris alm. Daam Bin Nasairin dan beberapa elemen massa di wilayah Gambir. Ia menekankan pentingnya menjaga ketertiban selama proses aksi berlangsung.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Aksi Unjuk Rasa di Depan Gedung DPR RI
Selain di dekat Monas, aksi unjuk rasa juga terjadi di depan Gedung DPR RI. Massa yang terlibat adalah sejumlah mahasiswa yang berasal dari Badan Eksekutif Mahasiswa Hukum Indonesia (BEM-HI) dan Dewan Pimpinan Daerah Front Persaudaraan Islam. Pihak kepolisian memastikan bahwa pengamanan tetap dilakukan dengan tetap menjaga keamanan dan ketertiban.
Aksi Unjuk Rasa di Pengadilan Jakarta Pusat
Aksi unjuk rasa lainnya juga berlangsung di Pengadilan Jakarta Pusat, yang dilakukan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Hukum Indonesia (BEM-HI). Pihak kepolisian melibatkan sebanyak 894 personel dalam pengamanan aksi ini. Hal ini menunjukkan komitmen pihak berwenang dalam menjaga situasi tetap aman dan damai.
Imbauan kepada Massa Aksi
Iptu Ruslan Basuki memberikan imbauan kepada massa aksi untuk menyampaikan pendapat secara tertib dan sesuai aturan yang berlaku. Ia menekankan bahwa semua peserta aksi harus:
- Menyampaikan pendapat dengan santun dan sopan.
- Tidak merusak fasilitas umum.
- Tidak membakar ban bekas.
- Tidak melawan petugas keamanan.
- Taat pada aturan yang berlaku selama proses aksi berlangsung.
Pendekatan Humanis dalam Pengamanan
Selain itu, Ruslan juga memastikan bahwa seluruh personel pengamanan tidak dibekali senjata api. Pihak kepolisian diminta untuk mengedepankan pendekatan humanis dalam menjalankan tugasnya. Hal ini bertujuan untuk menciptakan suasana yang harmonis dan menghindari konflik yang tidak perlu.