Demutualisasi BEI Tingkatkan Biaya Transaksi Bursa

admin.aiotrade 09 Des 2025 2 menit 10x dilihat
Demutualisasi BEI Tingkatkan Biaya Transaksi Bursa


aiotrade.CO.ID - JAKARTA.
Proses demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan akan dimulai pada semester pertama tahun 2026. Perubahan struktur kepemilikan bursa ini diharapkan mampu memberikan dampak signifikan terhadap dinamika pasar modal dalam negeri.

Liza Camelia Suryanata, Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas, menjelaskan bahwa demutualisasi akan mengubah BEI dari organisasi berbasis keanggotaan menjadi perusahaan yang kepemilikannya terbuka bagi berbagai pihak. Dalam proses ini, hak kepemilikan akan dipisahkan dari hak keanggotaan atau trading. Hal ini diharapkan memperkuat kapasitas modal, teknologi, dan inovasi produk BEI.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Dengan struktur baru, tata kelola BEI diharapkan lebih profesional dan sejalan dengan standar global. Dampak positifnya bisa terlihat pada likuiditas dan minat investor, termasuk dari luar negeri,” ujar Liza kepada aiotrade, Selasa (9/12/2025).

Menurutnya, dalam jangka panjang, BEI bahkan memiliki potensi untuk mengikuti jejak bursa internasional seperti Singapore Exchange atau Hong Kong Exchanges yang akhirnya melantai di bursa.

Namun, Liza menilai proses ini tetap membawa tantangan. Orientasi bisnis bursa yang lebih korporatis dapat memengaruhi struktur biaya layanan, terutama bagi emiten, penyedia data, dan industri sekuritas. Perubahan tersebut dapat berdampak pada biaya yang dibayarkan oleh investor ritel.

Selain itu, tantangan governance baru juga bisa muncul karena BEI harus menyeimbangkan mandat sebagai self-regulatory organization dengan tuntutan profit dari pemegang saham.

“Investor bisa menikmati infrastruktur yang lebih kuat dan pilihan instrumen yang lebih beragam. Namun, risiko kenaikan biaya juga perlu diantisipasi,” tambah Liza.

Untuk menyikapi perubahan ini, Liza menyarankan investor melihat demutualisasi sebagai katalis struktural jangka menengah hingga panjang. Investor disarankan untuk:

  • Aktif mengikuti perkembangan regulasi turunan OJK dan BEI.
  • Mengkaji ulang struktur biaya dan kualitas layanan broker.
  • Tetap fokus pada fundamental dan valuasi emiten.

Ia juga menilai bahwa pendalaman pasar modal dari proses ini berpotensi menguntungkan sektor-sektor tertentu. “Perusahaan sekuritas, bank dengan aktivitas investment banking, serta manajer investasi bisa menjadi beneficiary dari ekosistem pasar yang lebih maju,” katanya.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan