
Penjelasan Terkait Jenis Peledak yang Ditemukan
Juru Bicara Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri, AKBP Mayndra Eka Wardhana, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengetahui jenis peledak yang digunakan oleh terduga pelaku dalam aksi yang terjadi di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Jumat (7/11/2025). Namun, ia tidak menjelaskan secara rinci jenis peledak tersebut.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Untuk jenisnya telah diketahui dan bisa ditanyakan kepada otoritas Brimob Gegana atau Polda Metro Jaya," ujar Mayndra saat memberikan keterangan kepada media, Senin (10/11/2025).
Mayndra menambahkan bahwa tim gabungan berhasil menemukan tujuh peledak dalam operasi penanganan kejadian tersebut. Dari jumlah tersebut, empat di antaranya meledak di dua lokasi berbeda. Sementara tiga peledak lainnya tidak meledak.
"TKP 1 (Masjid) 2 bom meledak, TKP 2 Taman Baca dan Bank Sampah terdapat 2 bom meledak. 3 yang tidak meledak," jelasnya.
Peristiwa Ledakan yang Menggegerkan
Sebelumnya, ledakan terjadi pada Jumat (7/11/2025) sekitar pukul 12.15 WIB di lingkungan SMAN 72 Jakarta yang berada di kompleks Kodamar TNI Angkatan Laut, Kelapa Gading. Peristiwa ini memicu kepanikan di kalangan siswa dan masyarakat sekitar.
Berdasarkan keterangan saksi, letusan pertama terdengar saat khotbah Jumat sedang berlangsung. Beberapa saat kemudian, terdengar ledakan kedua dari arah yang berbeda. Akibat peristiwa ini, puluhan korban mengalami luka bakar dan luka akibat serpihan benda tajam.
Pelaku Diduga adalah Siswa Sekolah
Dari hasil penyelidikan awal, diperkirakan pelaku merupakan salah satu siswa SMAN 72. Hal ini didasarkan atas informasi yang diperoleh dari saksi dan pengamatan lapangan. Tim investigasi masih terus melakukan pemeriksaan terhadap para saksi dan barang bukti yang ditemukan.
Langkah yang Dilakukan oleh Pihak Berwajib
Pihak kepolisian dan instansi terkait telah melakukan upaya penanganan darurat pasca-ledakan. Mereka juga melakukan pemeriksaan terhadap lokasi-lokasi yang diduga menjadi tempat pembuatan atau penyimpanan peledak. Selain itu, proses penyelidikan terus berjalan untuk menentukan apakah ada keterlibatan pihak-pihak lain dalam kejadian ini.
Upaya Pencegahan dan Pengamanan
Dalam rangka mencegah terulangnya kejadian serupa, pihak berwajib meningkatkan pengawasan di area sekolah dan lingkungan sekitarnya. Mereka juga bekerja sama dengan lembaga pendidikan untuk memberikan sosialisasi tentang bahaya terorisme dan cara mengenali tanda-tanda ancaman.
Selain itu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan melaporkan segala aktivitas mencurigakan kepada pihak berwajib. Hal ini bertujuan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan bersama.