
Pemahaman Awal tentang Ledakan di SMAN 72 Jakarta
Juru bicara Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri, Ajun Komisaris Besar Mayndra Eka Wardhana, memberikan informasi terkini mengenai ledakan yang terjadi di SMAN 72 Jakarta. Ia menyatakan bahwa terduga pelaku membawa tujuh peledak. "Benar bahwa ditemukan tujuh peledak," ujar Mayndra saat dikonfirmasi.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Detail Ledakan yang Terjadi
Menurut Mayndra, dari tujuh peledak yang dibawa oleh terduga pelaku, empat di antaranya meledak di lokasi kejadian. Sementara tiga lainnya tidak meledak. Ia menjelaskan bahwa dua bom rakitan meledak di area masjid, dan dua bom lainnya meledak di area Taman Baca dan Bank Sampah.
Jenis Peledak yang Digunakan
Mayndra menegaskan bahwa Densus 88 telah mengetahui jenis peledak yang dibawa oleh terduga pelaku. Namun, ia enggan mengungkapkan detailnya. "Untuk jenis peledaknya bisa ditanyakan kepada otoritas Brimob Gegana atau Polda Metro Jaya," kata Mayndra.
Waktu dan Lokasi Ledakan
Ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta terjadi pada Jumat, 7 November 2025. Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 12.30 WIB siang saat para siswa dan guru tengah menjalankan ibadah salat Jumat di musala sekolah yang berada di Kompleks Kodamar, Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Peristiwa Ledakan yang Terjadi
Ledakan terjadi dua kali. Ledakan pertama terjadi di dalam musala lantai ketiga. Lalu, menyusul ledakan kedua beberapa menit dari area belakang kantin. Ledakan itu menyebabkan setidaknya 96 orang terluka termasuk terduga pelaku.
Dugaan Pelaku Ledakan
Insiden ledakan ini diduga dirancang oleh seorang pelajar dari sekolah tersebut. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan saat ini terduga pelaku sudah dalam penahanan Polri dan anak buahnya sedang mendalami identitas, lingkungan, dan tempat tinggal pelaku.
Penyelidikan Motif Ledakan
Listyo menyebut Polri juga masih menyelidiki motifnya. “Kami mendalami motif bagaimana yang bersangkutan kemudian merakit dan kemudian melaksanakan aksinya, semuanya akan kita jelaskan setelah semua informasi-informasi, temuan-temuan di lapangan, hasil penyelidikan, dan penyidikan lebih lanjut lengkap,” kata Listyo di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat, 7 November 2025.
Kontribusi Reporter
Hammam Izzuddin berkontribusi dalam artikel ini.