Gunung Lewotobi Laki-laki Meletus, Warga Panik dan Status Siaga Ditetapkan
Pada hari Rabu, 01 Oktober 2025 pukul 14:30 WITA, Gunung Lewotobi Laki-laki yang terletak di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur mengalami erupsi. Tinggi kolom abu yang teramati mencapai sekitar 5.000 meter di atas puncak gunung, dengan ketinggian total sekitar 6.584 meter di atas permukaan laut.
Kolom abu yang muncul memiliki warna kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah barat serta barat laut. Erupsi ini terekam oleh seismogram dengan amplitudo maksimum sebesar 47,3 mm dan berlangsung selama sekitar satu menit 26 detik.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Selain itu, erupsi disertai dengan suara dentuman kuat yang terdengar di Pos PGA Lewotobi Laki-laki dan bahkan hingga ke Desa Talibura, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka.

Warga setempat mengaku mendengar gemuruh yang sangat kuat hingga menyebabkan kepanikan. Salah satu warga, Jhon Franko, mengatakan bahwa gemuruh tersebut cukup lama dan sempat membuat mereka panik.
“Gemuruh kuat, tapi tidak terlalu lama, kami sempat panik,” ujarnya.
Di sisi lain, rumah-rumah di Desa Boru dan sekitarnya juga terasa bergetar, sehingga warga setempat langsung keluar dari rumah mereka karena takut.
Saat ini, Gunung Lewotobi Laki-laki sedang dalam status Level III (Siaga). Pihak berwenang merekomendasikan kepada masyarakat sekitar dan pengunjung/wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 6 kilometer dari pusat erupsi gunung.
Reaksi Masyarakat dan Upaya Pencegahan
Masyarakat sekitar mulai memperhatikan situasi secara lebih serius setelah adanya erupsi tersebut. Banyak warga yang mengungkapkan ketakutan mereka terhadap kemungkinan dampak letusan yang lebih besar di masa depan.
Beberapa warga juga mengingatkan pentingnya menjaga jarak dari area yang berpotensi berbahaya. Mereka berharap pihak otoritas dapat memberikan informasi yang lebih lengkap dan terkini mengenai kondisi gunung tersebut.
Selain itu, para pengunjung atau wisatawan yang biasanya datang ke daerah tersebut diminta untuk menghindari area sekitar gunung hingga statusnya berubah menjadi lebih aman.
Peran Instansi Terkait
Instansi terkait seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah memantau situasi secara berkala. Mereka juga memberikan rekomendasi dan petunjuk bagi masyarakat agar tetap waspada dan mengikuti instruksi dari pihak berwenang.
Dalam beberapa hari ke depan, akan dilakukan pemantauan lebih lanjut untuk memastikan bahwa tidak ada perubahan signifikan pada aktivitas vulkanik gunung tersebut.
Kesimpulan
Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki pada tanggal 01 Oktober 2025 menunjukkan bahwa kondisi gunung masih sangat dinamis. Meskipun saat ini statusnya hanya Level III (Siaga), masyarakat dan pengunjung tetap harus mematuhi rekomendasi yang diberikan agar tidak terjadi risiko yang lebih besar.
Dengan adanya peningkatan aktivitas vulkanik, penting bagi semua pihak untuk tetap waspada dan siap mengambil langkah-langkah mitigasi bencana jika diperlukan.