\njabar.aiotrade\n, BANDUNG - Hasil yang tidak memuaskan kembali diraih oleh Selangor FC dalam ajang AFC Champions League Two (ACL 2) 2025. Tim asal Malaysia tersebut harus menerima kekalahan dari Persib Bandung dengan skor akhir 2–3 dalam laga keempat Grup G yang digelar di Stadion MBPJ Petaling Jaya pada hari Kamis (6/11/2025) malam.
Meskipun tampil sebagai tuan rumah, Selangor FC sempat unggul lebih dulu di babak pertama berkat gol cepat Chrigor Mosaes dan gol bunuh diri Patricio Matricardi pada menit ke-17. Namun, keunggulan ini tidak bisa dipertahankan karena Persib Bandung berhasil membalikkan situasi di babak kedua hingga akhirnya mengakhiri pertandingan dengan skor 2–3.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Kekesalan Pelatih terhadap Kesalahan Pemain
\nSetelah pertandingan, pelatih Selangor FC Christophe Gamel menyampaikan rasa kecewanya secara terbuka. Ia menilai bahwa kekalahan timnya disebabkan oleh kesalahan individu para pemain yang merusak struktur permainan tim.
\n“Saya pikir babak pertama berjalan cukup baik dan intens. Kami sudah memberikan segalanya. Namun setelah situasi bola mati, kami mulai kehilangan kendali. Beberapa pemain melakukan kesalahan yang biasanya tidak pernah mereka lakukan,” ujar Gamel dalam konferensi pers pascalaga.
\nMenurut Gamel, kesalahan yang terjadi bukanlah bagian dari instruksi tim, melainkan akibat dari ketidaksederhanaan dan kehilangan fokus dalam bermain.
\n“Itu murni kesalahan individu. Kami tidak pernah meminta mereka bermain seperti itu. Kami kehilangan struktur dan kesederhanaan dalam permainan,” tambahnya.
\nGaya Bermain yang Tidak Efektif
\nGamel juga menyampaikan bahwa gaya bermain Selangor FC seharusnya cepat dan agresif. Namun, para pemain justru tampil ragu-ragu dan lambat dalam mengambil keputusan di lapangan, sehingga permainan menjadi tidak efektif.
\n“Gaya bermain kami seharusnya cepat. Tapi ketika pemain menerima bola di antara lawan dan lambat mengambil keputusan, permainan menjadi sulit,” jelasnya.
\nTekanan Mental sebagai Faktor Utama
\nLebih lanjut, Gamel menyebut bahwa kesalahan yang terjadi bukan semata-mata karena tekanan dari Persib Bandung, melainkan berasal dari tekanan mental para pemain sendiri.
\n“Saya rasa ini lebih karena tekanan dari dalam diri para pemain. Tentu saja lawan memiliki banyak pemain berkualitas dan pilihan pemain cadangan yang bagus. Dalam situasi seperti ini, tekanan untuk menang selalu berat dihadapi,” ungkapnya.
\nIa menambahkan bahwa tekanan semacam ini sudah menjadi masalah sejak awal musim.
\n“Sejak awal musim memang sudah seperti itu. Kadang mereka bisa bertahan di bawah tekanan, kadang tidak,” ujarnya.
\nMengambil Harga dari Kekalahan
\nMeski kecewa, Gamel berharap kekalahan ini dapat menjadi momentum bagi timnya untuk bangkit dan berkembang di laga-laga berikutnya.
\n“Ada kesalahan, dan itulah kenyataannya. Sekarang yang paling penting adalah bagaimana kami bereaksi terhadap hal itu. Mari kita lihat bagaimana tim ini berkembang setelah pertandingan ini,” tutupnya.
\nDengan hasil ini, Selangor FC semakin terpuruk di papan bawah klasemen Grup G AFC Champions League Two 2025, sementara Persib Bandung memperbesar peluang untuk melaju ke babak selanjutnya.