
Inisiatif Desa Beringin dalam Membangun Ketahanan Pangan
Pemerintah Desa Beringin, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, telah memulai penerapan program ketahanan pangan (ketapang) melalui pengembangan peternakan kambing etawa. Program ini menjadi langkah strategis yang diambil oleh desa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat perekonomian lokal.
Kuwu Desa Beringin, Agung Gunawan, menjelaskan bahwa program ketahanan pangan merupakan bentuk komitmen pemerintah desa dalam mendukung kemandirian ekonomi masyarakat. Ia menyampaikan bahwa setelah anggaran masuk ke rekening desa, langsung dialokasikan sesuai peruntukannya, salah satunya untuk program ketahanan pangan berupa pengembangan kambing etawa.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Alhamdulillah, begitu anggaran masuk ke rekening desa, langsung kami alokasikan sesuai peruntukan. Salah satunya untuk program ketahanan pangan berupa pengembangan kambing etawa,” ujar Agung pada Kamis (16/10/2025).
Menurutnya, sektor peternakan dipilih karena memiliki potensi ekonomi yang tinggi dan mampu memberdayakan masyarakat secara langsung. Selain itu, program ini juga diharapkan menjadi sumber pendapatan berkelanjutan bagi desa.
Sistem Pengelolaan yang Terstruktur
Ketua Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Beringin, Rohman, menjelaskan bahwa pelaksanaan program ketahanan pangan dilakukan dengan sistem pengelolaan yang terstruktur. Desa telah membentuk pengurus khusus untuk memastikan program berjalan efektif.
“Kami sudah menyiapkan tim pelaksana yang akan mengelola peternakan kambing etawa ini. Dengan adanya kebersamaan dan gotong royong, insyaallah program ini bisa menciptakan ketahanan pangan yang menyejahterakan masyarakat,” ungkap Rohman.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan program ini tidak terlepas dari dukungan masyarakat, pembinaan unsur Muspika, serta bimbingan tenaga ahli yang turut membantu proses pengembangan.
“Mari bersama-sama mewujudkan ketahanan pangan yang tangguh agar Desa Beringin bisa menjadi desa percontohan, khususnya dalam pengelolaan peternakan kambing etawa,” ujarnya penuh semangat.
Peran Aktif Masyarakat
Rohman juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan aktif dalam mendukung program desa, terutama masyarakat yang ikut menjaga dan mengembangkan usaha peternakan tersebut.
“Peran aktif warga sangat dibutuhkan agar Desa Beringin semakin maju dan mandiri di berbagai aspek, termasuk ekonomi dan ketahanan pangan,” pungkasnya.
Tantangan dan Peluang
Meski program ini menawarkan banyak peluang, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi. Pertama, ketersediaan modal awal untuk pengembangan peternakan. Kedua, pemilihan bibit kambing yang berkualitas dan cocok untuk lingkungan daerah. Ketiga, peningkatan kemampuan masyarakat dalam pengelolaan ternak.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, pemerintah desa dan Bumdes Beringin telah merancang beberapa langkah strategis. Antara lain:
- Melakukan kerja sama dengan instansi terkait untuk mendapatkan bantuan teknis dan dana.
- Mengadakan pelatihan rutin bagi para peternak.
- Membentuk kelompok tani yang fokus pada pengelolaan kambing etawa.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan program ketahanan pangan di Desa Beringin dapat berjalan lebih baik dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.
Keberlanjutan dan Kepemimpinan
Kepemimpinan yang kuat dan komitmen dari pihak desa menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan program ini. Pemimpin desa dan Bumdes Beringin telah menunjukkan komitmennya untuk terus mengembangkan dan memperbaiki sistem pengelolaan peternakan kambing etawa.
Selain itu, partisipasi aktif masyarakat juga menjadi kunci keberhasilan. Mereka tidak hanya sebagai pelaku, tetapi juga sebagai pengawas dan pengambil keputusan dalam pengelolaan program.
Dengan kolaborasi antara pemerintah desa, Bumdes, dan masyarakat, Desa Beringin memiliki potensi besar untuk menjadi contoh dalam pengelolaan peternakan kambing etawa yang berkelanjutan dan menguntungkan.