Desa Wisata Kemuning Tambah Homestay dan Outbond

admin.aiotrade 16 Nov 2025 4 menit 15x dilihat
Desa Wisata Kemuning Tambah Homestay dan Outbond

Pengembangan Fasilitas Wisata di Desa Kemuning

Desa Kemuning yang terletak di lereng Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, kini mendapatkan suntikan pengembangan fasilitas wisata dari PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF. Program ini bertujuan untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat desa melalui pembangunan homestay dan revitalisasi area outbound yang kini dimanfaatkan sebagai ruang aktivitas warga dan wisatawan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko SMF, Bonai Subiakto, menjelaskan bahwa program ini bukanlah hal baru. Sejak 2020, SMF telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 2,007 miliar untuk membangun 15 homestay yang dikelola oleh warga setempat. Fasilitas tersebut menjadi penopang kebutuhan akomodasi di Kemuning, yang setiap tahun mencatat peningkatan kunjungan wisata karena panorama kebun tehnya.

Peningkatan fasilitas wisata tersebut dirancang agar manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. "Kami ingin warga ikut menikmati potensi wisata di desanya. Karena itu, kami tidak hanya membangun fasilitas, tetapi juga mendorong kemandirian dalam pengelolaannya,” kata Bonai saat agenda Media Gathering SMF mengunjungi kawasan Desa Wisata Kemuning, Sabtu, 15 November 2025.

Pengembangan Berbasis Masyarakat

Bonai menjelaskan bahwa SMF bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Madusuko Makmur dalam pengelolaan dan pemantauan program. Ia menegaskan bahwa pendekatan berbasis masyarakat menjadi strategi utama untuk pengembangan desa wisata yang berkelanjutan. "Dengan tambahan homestay, pilihan akomodasi di Kemuning menjadi lebih beragam," katanya.

Warga yang terlibat mengaku kini mendapat tambahan pendapatan dari penyewaan kamar, layanan makan, hingga jasa pemandu wisata. Sementara itu, generasi muda banyak terlibat dalam kegiatan outbound dan pengelolaan wisata jeep.

Selain homestay, SMF juga mendanai revitalisasi lapangan outbound di tengah desa. Area tersebut kini dimanfaatkan sebagai ruang serbaguna, mulai dari permainan anak, pelatihan sekolah, hingga lokasi acara komunitas. Warga menilai keberadaan fasilitas ini membantu menambah aktivitas dan menarik wisatawan untuk tinggal lebih lama.

Daya Tarik Desa Kemuning

Desa Kemuning merupakan salah satu destinasi unggulan di Karanganyar. Selain kebun teh, desa ini menawarkan wisata jeep, river tubing, serta akses ke kawasan bersejarah seperti Candi Cetho. Dengan fasilitas yang lebih memadai, desa ini dinilai semakin siap menerima kunjungan wisata dalam jumlah lebih besar.

Sepanjang 2025, SMF turut menjalankan program sosial di sejumlah daerah lain, antara lain pelatihan membatik di Nias dan program ketahanan pangan di Kulonprogo. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat ekonomi lokal melalui pemberdayaan masyarakat dan sektor wisata.

Pembiayaan dan Dampak Ekonomi

Sekretaris Bumdes Madusuko Makmur, Ayu, menjelaskan pembiayaan dari SMF berdampak signifikan bagi masyarakat. Warga yang memiliki lahan dan memenuhi syarat administrasi dapat mengajukan pembangunan homestay dengan bunga ringan sekitar 3 persen per tahun.

“Pembiayaan dari SMF membantu sekali, khususnya bagi masyarakat Kemuning. Warga bisa mendapatkan penghasilan tambahan dari homestay karena wisata di sini cukup ramai,” ujar Ayu.

Menurutnya, kunjungan wisata ke Kemuning meningkat terutama pada akhir pekan dan musim libur sekolah. “Kalau Sabtu-Minggu hampir selalu penuh. Saat liburan sekolah, itu sampai menolak tamu,” katanya.

Kerja sama dengan SMF dimulai sekitar empat tahun lalu. Proses pengajuan diawali oleh kelompok sadar wisata (Pokdarwis) yang menjalin komunikasi dengan SMF, kemudian Bumdes mengambil peran dalam pengelolaan dan pendampingan warganya. Pada skema tersebut, pokok pembiayaan dikembalikan kepada SMF, sementara bunga digunakan BUMDes untuk pengembangan sarana desa wisata.

“Bumdes mendapatkan bagian dari bunga untuk pengembangan. Jadi selain warga yang terbantu, kami juga bisa menambah fasilitas desa wisata,” ujar Ayu.

Fasilitas Wisata yang Berkembang

Salah satu fasilitas yang dikembangkan adalah lapangan outbound yang kini dimanfaatkan untuk kegiatan rekreasi, pelatihan, hingga acara komunitas. Selain itu, area parkir wisata juga dibenahi untuk menampung kendaraan saat kunjungan sedang tinggi.

Keberadaan fasilitas ini memperkuat posisi Kemuning sebagai destinasi wisata alam di lereng Gunung Lawu. Selain kebun teh, desa ini kini menawarkan wisata jeep, jembatan kaca, hingga jalur offroad, sebagai daya tarik baru.

Ayu mengatakan, partisipasi warga terus meningkat seiring berkembangnya fasilitas. Banyak warga yang sebelumnya tidak terlibat dalam wisata kini membuka usaha kecil seperti kuliner, penyewaan jeep, atau layanan pemandu lokal.

“Dampaknya tidak hanya pada pemilik homestay. Warga lain ikut merasakan. Ada yang buka warung, ada yang jadi pemandu, dan banyak kegiatan ekonomi baru yang muncul,” katanya.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan