Desil di Program Bansos PKH BPNT BLT Kesra: Arti, Penghasilan Desil 1–4, dan Kriteria Desil 1–10

admin.aiotrade 08 Nov 2025 3 menit 12x dilihat
Desil di Program Bansos PKH BPNT BLT Kesra: Arti, Penghasilan Desil 1–4, dan Kriteria Desil 1–10
Desil di Program Bansos PKH BPNT BLT Kesra: Arti, Penghasilan Desil 1–4, dan Kriteria Desil 1–10

Sistem Desil dalam Penyaluran Bantuan Sosial

Dalam penyaluran bantuan sosial (bansos), pemerintah menggunakan sistem yang disebut desil untuk mengelompokkan tingkat kesejahteraan masyarakat. Sistem ini digunakan dalam berbagai program bansos seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Nontunai (BPNT), dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesra. Dengan adanya sistem desil, pemerintah dapat menentukan siapa yang layak menerima bantuan agar penyalurannya lebih tepat sasaran.

Desil merupakan pengelompokan tingkat kesejahteraan rumah tangga dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), mulai dari desil 1 (paling miskin) hingga desil 10 (paling sejahtera). Kelompok desil 1 sampai 4 menjadi prioritas utama penerima bansos karena termasuk kategori miskin ekstrem, miskin, hampir miskin, dan rentan miskin.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Setiap rumah tangga yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) akan dimasukkan ke dalam kelompok desil berdasarkan kondisi ekonomi dan sosialnya. Dengan sistem ini, pemerintah dapat memastikan bahwa bantuan sosial diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Apa Itu Desil?

Secara sederhana, desil adalah sistem pengelompokan masyarakat menjadi sepuluh bagian (desil 1–10) berdasarkan tingkat kesejahteraan. Desil 1 mewakili 10% masyarakat dengan kondisi ekonomi paling rendah secara nasional, sedangkan desil 10 mencerminkan kelompok masyarakat dengan kesejahteraan tertinggi. Dengan sistem ini, pemerintah dapat menentukan siapa yang paling layak menerima bantuan sosial agar penyalurannya lebih tepat sasaran.

Kriteria Desil 1–4 dan Rentang Penghasilan

Kategori desil 1 hingga 4 mencakup kelompok rumah tangga yang dianggap miskin dan rentan miskin. Mereka menjadi prioritas utama penerima bantuan seperti PKH dan BPNT. Berikut gambaran umum kriterianya:

  • Desil 1: Termasuk masyarakat miskin ekstrem, yaitu rumah tangga yang kesulitan memenuhi kebutuhan dasar seperti pangan, sandang, dan papan. Biasanya memiliki rumah tidak layak huni dan berisiko gizi buruk.
  • Desil 2: Kelompok miskin, dengan penghasilan rendah dan ketergantungan tinggi pada bantuan pemerintah.
  • Desil 3: Termasuk hampir miskin, di mana kondisi ekonomi sedikit lebih baik, tetapi masih rentan terhadap guncangan seperti PHK atau kenaikan harga kebutuhan pokok.
  • Desil 4: Dikelompokkan sebagai rentan miskin, masih bisa memenuhi kebutuhan dasar tetapi mudah jatuh miskin jika ada tekanan ekonomi.

Secara umum, kelompok desil 1–4 memiliki penghasilan sekitar Rp1,8 juta hingga Rp2,5 juta per bulan atau berada di bawah garis ekonomi menengah ke bawah, tergantung daerah dan standar program bansos yang berlaku.

Kriteria Desil 1–10 Secara Umum

Berikut pembagian tingkat kesejahteraan berdasarkan desil:

  • Desil 1: Miskin ekstrem
  • Desil 2: Miskin
  • Desil 3: Hampir miskin
  • Desil 4: Rentan miskin
  • Desil 5: Pas-pasan atau hampir menengah
  • Desil 6: Menengah bawah
  • Desil 7: Menengah
  • Desil 8: Menengah atas
  • Desil 9: Mampu
  • Desil 10: Sangat mampu atau kaya

Dengan memahami sistem desil ini, masyarakat dapat mengetahui posisi ekonomi keluarganya dalam DTKS dan memastikan apakah masih masuk dalam kategori penerima bansos seperti BPNT dan PKH.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan