Detik-detik 2 Meteor Menabrak Bulan dalam Dua Hari

admin.aiotrade 12 Nov 2025 4 menit 17x dilihat
Detik-detik 2 Meteor Menabrak Bulan dalam Dua Hari

Seorang astronom asal Jepang berhasil merekam peristiwa langka berupa kilatan cahaya di Bulan, yang diduga akibat hantaman meteor sebanyak dua kali hanya dalam waktu dua hari.

Daichi Fujii, kurator bidang astronomi di Museum Kota Hiratsuka, Jepang, bukanlah orang asing dalam hal ini. Ia telah beberapa kali merekam momen meteor menghantam Bulan. Namun, kali ini ia berhasil menangkap dua kilatan cahaya yang berbeda dalam waktu dekat.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Peristiwa pertama terjadi pada Kamis, 30 Oktober 2025, pukul 20.33 waktu setempat. Dengan teleskopnya yang mengarah ke Bulan, Fujii merekam kilatan singkat di bagian gelap permukaan Bulan, tanda khas benturan meteor.

Dua hari kemudian, pada Sabtu, 1 November, pukul 20.49 waktu Jepang, ia kembali melihat hal serupa, yaitu sebuah meteor lain yang menghantam Bulan secara langsung.

Ketika meteor masuk ke atmosfer Bumi, sebagian besar akan terbakar dan habis sebelum menyentuh permukaan. Namun, Bulan tidak memiliki atmosfer sama sekali, sehingga setiap batuan luar angkasa yang melintas langsung menghantam permukaannya dengan kecepatan sekitar 27 kilometer per detik atau setara 97.000 km/jam.

Benturan itu menghasilkan kilatan cahaya terang singkat, cukup kuat untuk terlihat dari Bumi menggunakan teleskop, seperti yang berhasil direkam Fujii.

Jika kita melihat permukaan Bulan malam ini, penuh dengan kawah, itu adalah bukti nyata betapa seringnya Bulan menjadi sasaran hantaman benda langit. Menurut perhitungan astronom, Bulan menerima sekitar 20 kali lebih banyak hantaman asteroid dibandingkan Bumi.

Fujii memperkirakan bahwa kedua meteor yang ia tangkap kemungkinan berasal dari hujan meteor Taurid, yang saat ini sedang terjadi di luar angkasa. Ada dua cabang hujan meteor ini, Taurid Utara dan Taurid Selatan.

Menariknya, Taurid Selatan yang dijuluki “Halloween Fireballs” karena muncul di akhir Oktober, mencapai puncaknya pada 2 November. Jadi, sangat mungkin bahwa meteor yang menghantam Bulan itu adalah bagian dari peristiwa tersebut.

Namun, Fujii juga tidak menutup kemungkinan bahwa itu adalah pecahan komet yang tidak terkait, seperti meteor besar yang terbakar di langit Portugal pada 2 November 2025, hanya delapan menit sebelum peristiwa kedua di Bulan.

Dengan mengamati seberapa sering meteor menghantam Bulan, para ilmuwan bisa memahami risiko yang mungkin dihadapi para astronot di masa depan saat menjelajah atau tinggal di sana.

Selain itu, data ini membantu memetakan perubahan frekuensi tumbukan asteroid di tata surya dari waktu ke waktu, penting untuk memahami evolusi permukaan Bulan dan Bumi.

Peristiwa Langka yang Direkam oleh Daichi Fujii

Berikut adalah rangkuman peristiwa yang berhasil direkam oleh Daichi Fujii:

  • Peristiwa Pertama:
    Pada Kamis, 30 Oktober 2025, pukul 20.33 waktu setempat, Fujii merekam kilatan cahaya singkat di bagian gelap permukaan Bulan. Kilatan ini menunjukkan adanya benturan meteor.

  • Peristiwa Kedua:
    Dua hari kemudian, pada Sabtu, 1 November, pukul 20.49 waktu Jepang, Fujii kembali melihat kilatan cahaya yang mirip. Ini menunjukkan bahwa ada meteor lain yang menghantam Bulan.

Mengapa Hantaman Meteor Terjadi di Bulan?

Bulan tidak memiliki atmosfer, sehingga setiap benda luar angkasa yang melintas langsung menghantam permukaannya. Kecepatan benturan bisa mencapai 27 kilometer per detik atau sekitar 97.000 km/jam. Akibatnya, terjadi kilatan cahaya yang cukup terang untuk dilihat dari Bumi menggunakan teleskop.

Bukti Permukaan Bulan yang Penuh Kahaw

Permukaan Bulan yang penuh dengan kawah adalah bukti nyata bahwa Bulan sering menjadi sasaran hantaman benda langit. Para astronom menghitung bahwa Bulan menerima sekitar 20 kali lebih banyak hantaman asteroid dibandingkan Bumi.

Sumber Meteor yang Mungkin

Fujii memperkirakan bahwa kedua meteor yang ia rekam kemungkinan berasal dari hujan meteor Taurid. Ada dua cabang hujan meteor ini, yaitu Taurid Utara dan Taurid Selatan. Taurid Selatan, yang dikenal sebagai “Halloween Fireballs”, mencapai puncaknya pada 2 November. Oleh karena itu, meteor yang menghantam Bulan kemungkinan merupakan bagian dari peristiwa tersebut.

Namun, Fujii juga tidak menutup kemungkinan bahwa meteor tersebut adalah pecahan komet yang tidak terkait. Contohnya, meteor besar yang terbakar di langit Portugal pada 2 November 2025, hanya delapan menit sebelum peristiwa kedua di Bulan.

Pentingnya Data untuk Masa Depan

Data tentang seberapa sering meteor menghantam Bulan sangat penting bagi para ilmuwan. Mereka dapat menggunakan informasi ini untuk memahami risiko yang mungkin dihadapi astronot di masa depan saat menjelajah atau tinggal di Bulan.

Selain itu, data ini juga membantu memetakan perubahan frekuensi tumbukan asteroid di tata surya dari waktu ke waktu. Hal ini penting untuk memahami evolusi permukaan Bulan dan Bumi.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan