
Kecelakaan Maut di Sekitar Sungai Pengkedant
Pada hari Rabu, 5 November 2025, terjadi kecelakaan tragis yang menewaskan seorang anak laki-laki berusia 8 tahun bernama VDP. Insiden tersebut terjadi di tepian aliran anak Sungai Pengkedant, Dusun Peruan Dalam, Desa Peruan Dalam, Kecamatan Tayan Hulu, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.
VDP merupakan seorang pelajar yang tinggal bersama keluarganya di Dusun Peruan Dalam. Saat kejadian, korban sedang bermain bersama dua temannya, AST dan H, di area sungai yang sering dikunjungi warga untuk memancing ikan atau mencari labi-labi.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Detik-Detik Kematian VDP
Insiden itu terjadi sekitar pukul 14.00 WIB ketika korban dan kedua temannya mulai beralih bermain di tepian sungai. Area tersebut memiliki kondisi air yang dangkal dan tanah yang cukup gembur. Selama bermain, korban memutuskan untuk berpindah ke sisi tebing dan mulai menggali bekas lubang di tanah yang sebelumnya digunakan oleh warga untuk mencari hewan labi-labi.
Tanpa diduga, bagian tebing yang digali tersebut runtuh dan langsung menimpa tubuh korban. Kedua temannya sempat mendengar suara percikan air dan langsung melihat korban tertimbun tanah. Mereka berusaha menarik korban dari timbunan tanah dan berhasil membawanya ke tempat yang lebih aman. Namun, korban dalam kondisi tidak sadarkan diri.
Setelah mengetahui situasi tersebut, kedua teman korban segera berlari ke rumah orang tua korban untuk melaporkan kejadian tersebut.
Proses Penyelamatan dan Pemeriksaan Medis
Menyadari kondisi darurat, ayah korban bersama kedua saksi segera menuju lokasi kejadian. Setelah menemukan anaknya dalam kondisi lemas, sang ayah segera membawa korban ke Polindes Peruan Dalam untuk mendapatkan pertolongan pertama.
Sekitar pukul 15.00 WIB, bidan Polindes melakukan pemeriksaan awal dan menyatakan bahwa korban sudah tidak menunjukkan tanda-tanda denyut nadi. Ia kemudian menyarankan agar korban dibawa ke Puskesmas Sosok untuk pemeriksaan medis lanjutan.
Setibanya di Puskesmas Sosok sekitar pukul 15.30 WIB, tim medis melakukan pemeriksaan visum terhadap korban. Hasil pemeriksaan menyebutkan bahwa korban telah meninggal dunia kurang lebih satu jam sebelum tiba di puskesmas. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Penyebab Kematian Diduga Akibat Sesak dan Kelelahan
Penyebab kematian diduga akibat sesak dan kelelahan hebat setelah tertimpa tanah yang menyebabkan berhentinya fungsi jantung. Personel Polsek Tayan Hulu segera melakukan Pulbaket (pengumpulan bahan dan keterangan), mendatangi TKP serta Puskesmas Sosok.
Di lokasi kejadian, petugas juga memasang garis polisi (police line) guna memastikan area tersebut aman dan tidak mengganggu proses penyelidikan awal. Kapolsek Tayan Hulu Iptu H Pintor Hutajulu menyampaikan duka cita mendalam atas musibah yang menimpa korban. Ia menjelaskan bahwa peristiwa tersebut murni kecelakaan dan tidak ditemukan indikasi tindak pidana dalam kejadian itu.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan medis dan keterangan saksi di lokasi, korban tertimpa longsoran tanah saat bermain di tepi sungai. Tidak ditemukan adanya unsur kekerasan. Kami mengimbau masyarakat agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama yang bermain di sekitar aliran sungai atau daerah bertebing,”kata Iptu Pintor Hutajulu, Jumat 7 November 2025.