
Peristiwa Tragis di Perumahan Bukit Baja Sejahtera
Peristiwa tragis terjadi di perumahan Bukit Baja Sejahtera (BBS), Kota Cilegon, Banten, pada hari Selasa, 16 Desember 2025. Seorang anak berusia 9 tahun yang merupakan putra dari Haji Maman Suherman dilaporkan meninggal dunia akibat luka tusukan sebanyak 14 kali. Insiden ini mengejutkan warga setempat dan memicu penyelidikan intensif oleh aparat kepolisian.
Detail Kejadian
Rumah mewah dengan pilar putih tersebut diketahui adalah milik Haji Maman Suherman. Dalam insiden perampokan sadis itu, seorang anak dari Haji Maman berinisial MAHM dilaporkan meninggal dunia. MAHM ditemukan tewas bersimbah darah dengan sejumlah luka 14 tusukan. Garis polisi tampak terpasang di area pintu masuk, sementara petugas kepolisian terlihat keluar masuk rumah untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Kasus ini kini ditangani oleh aparat kepolisian Polres Cilegon guna memastikan penyebab kejadian serta mengungkap pelaku yang bertanggung jawab. Kapolsek Cilegon, Kompol Firman Hamid, menyatakan bahwa seluruh informasi dan petunjuk yang ada sedang mereka dalami untuk mengungkap pelaku dan motif kejadian.
Waktu Kejadian dan Respons Awal
Berdasarkan data yang dihimpun, peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 14.20 WIB, saat ayah korban, H. Maman, menerima telepon darurat dari anak keduanya, D (8), yang berteriak meminta pertolongan. D diketahui berada di rumah bersama korban ketika kejadian berlangsung.
Mendapat kabar tersebut, Haji Maman langsung bergegas meninggalkan tempat kerjanya di wilayah Ciwandan menuju rumah. Setibanya di lokasi, ia mendapati kondisi anaknya sudah tergeletak tengkurap di dalam kamar dengan tubuh bersimbah darah. Korban langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.
Proses Pemeriksaan dan Penyelidikan
Korban sempat dilarikan ke RS Bethsaida Kota Cilegon menggunakan kendaraan pribadi. Namun setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis, pihak rumah sakit menyatakan korban telah meninggal dunia. Dari hasil pemeriksaan awal, korban diketahui mengalami 14 luka tusukan senjata tajam di sejumlah bagian tubuhnya.
Sekitar pukul 15.00 WIB, pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut ke aparat kepolisian. Tak berselang lama, tepatnya pukul 15.20 WIB, personel Satuan Reserse Kriminal Polres Cilegon bersama anggota Polsek Cilegon langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan awal dari saksi-saksi.
Reaksi Warga dan Keluarga
Lurah Ciwaduk, Nurul Hadiyati membenarkan informasi tersebut. Ia mengatakan bahwa pihaknya belum bisa memberikan statement lebih lanjut dan menunggu informasi resmi dari pihak kepolisian. Hingga saat ini, jenazah korban masih berada di RS Bethsaida, Jalan Lingkar Selatan, Kota Cilegon, untuk keperluan pemeriksaan lebih lanjut.
Pihak Polres Cilegon memastikan bahwa kasus dugaan pembunuhan tersebut masih dalam tahap penyelidikan intensif. Polisi belum mengungkap motif maupun terduga pelaku, dan masih mendalami seluruh fakta serta alat bukti yang ditemukan di lapangan.
Kondisi Lokasi Kejadian
Pantauan TribunBanten.com di lokasi kejadian sekitar pukul 20.30 WIB, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan di rumah korban. Puluhan warga setempat serta keluarga korban tampak hilir mudik di rumah duka.
Rumah gedung berwarna putih tersebut memiliki arsitektur bergaya Eropa-Amerika klasik dengan panjang area bangunan sekitar 40 meter. Di sisi jalan atau bahu jalan dekat pagar rumah korban, tampak dipenuhi mobil dan sepeda motor milik warga yang datang untuk melayat maupun melihat langsung lokasi kejadian.
Informasi Tambahan
Berdasarkan informasi yang beredar di lokasi, kamera pengawas (CCTV) rumah korban disebut tidak berfungsi. Namun hingga kini, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait informasi tersebut. Di bagian depan gerbang rumah, tampak dua karangan bunga ucapan duka cita atas meninggalnya Muhammad Aksel Putra Bapak Maman Suherman (Dewan Pakar PKS).
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga setempat, rumah mewah yang menjadi lokasi kejadian diketahui milik Haji Maman Suherman. Peristiwa tragis itu sontak menggegerkan warga kompleks perumahan yang dikenal cukup tertutup dan memiliki sistem keamanan ketat.