Detik-detik Tahu Goreng Isi Plester di Sukabumi Hampir Termakan, Digigit Keras

admin.aiotrade 21 Okt 2025 3 menit 12x dilihat
Detik-detik Tahu Goreng Isi Plester di Sukabumi Hampir Termakan, Digigit Keras
Detik-detik Tahu Goreng Isi Plester di Sukabumi Hampir Termakan, Digigit Keras

Kasus Tahu Goreng Berisi Plester dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sukabumi

Di tengah warga Cisaat, Kabupaten Sukabumi, sebuah kejadian yang mengejutkan terjadi dan membuat heboh media sosial. Kali ini, kasus tahu goreng isi plester dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi perhatian publik.

Menurut Andri (23), kakak dari siswa yang menerima MBG tersebut, temuan itu terjadi saat dia pulang dari sekolah. Saat ingin memakan makanan yang diberikan, ternyata ada sesuatu yang keras ketika digigit.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

"Jadi pas pulang mau di makan menunya itu ada goreng Tahu. Setelah digigit kok ada yang keras untuk digigit," ujar Andri, saat ditemui Senin (20/10/2025).

Setelah dicek, ternyata kulit tahu goreng tersebut memiliki plester di dalamnya. Hal ini membuat Andri sangat kaget dan kesal, mengingat program MBG adalah salah satu unggulan dari Presiden Prabowo. Ia merasa hal ini tidak sesuai dengan nalar.

"Setelah itu dipoto dan saya posting di media sosial. Viral lah rame," katanya.

Sebelum memposting ke media sosial, Andri sempat melaporkan temuan tersebut ke pihak sekolah. MBG tersebut kemudian disimpan dan tidak dimakan kembali oleh adiknya.

"Udah dilaporkan ke pihak sekolahnya. Terus setelah disimpan sebagai barang bukti, itu tidak hoaks," tutupnya.

Andri juga mengantarkan bukti plester di tahu goreng tersebut ke pihak SPPG langsung. Menurutnya, tujuannya adalah untuk memastikan bahwa apa yang diunggah di medsos itu bukan hoaks, tapi memang benar.

"Plester itu ada, dan bukti gorengan tahu masih kami simpan," jelas Andri.

Ia menyebut bahwa pihak SPPG telah menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada keluarganya. "Tadi juga pihak SPPG meminta maaf kepada kami, dan kami secara terbuka memaafkan itu," ucapnya.

Namun di sisi lain, ia menekankan jangan sampai terjadi keteledoran serupa yang berakibat fatal. "Ke depan saya berharap kejadian seperti ini tidak terulang. Kami sebagai keluarga hanya ingin MBG ini berjalan dengan baik dan tidak membawa dampak buruk bagi anak-anak sekolah," tegasnya.

Tanggapan dari Pihak SPPG

Sementara itu, Kepala SPPG Cigunung Desa Sukaresmi, Hana Nabilah Azmi, secara terbuka menyampaikan permohonan maaf terkait insiden penemuan plester dalam makanan bergizi (MBG) yang sempat viral di media sosial.

Insiden ini menimbulkan kekhawatiran masyarakat, terutama para orang tua siswa yang menjadi penerima program tersebut. “Pertama-tama, saya mohon maaf sebesar-besarnya atas kejadian ini. Masalah ini sudah clear. Barang bukti sudah kami terima, dan kami juga sudah bertemu langsung dengan pihak keluarga yang memposting kejadian tersebut,” ujar Hana.

Ia menjelaskan bahwa evaluasi internal segera dilakukan, terutama menyangkut ketelitian dalam proses pengemasan dan pengawasan relawan. Prosedur penggunaan APD (Alat Pelindung Diri) juga akan diperketat untuk memastikan tidak ada lagi kelalaian di lapangan.

"Ke depan, kami akan menekankan pentingnya prosedur keselamatan. Tidak boleh ada relawan yang melepas APD saat bertugas. Kami juga akan lebih teliti dalam Quality Control,” tambahnya.

Hana juga mengajak masyarakat untuk melakukan klarifikasi terlebih dahulu sebelum mempublikasikan kejadian serupa, agar solusi bisa dicapai secara lebih cepat dan akurat. "Jika ada keluhan atau insiden, lebih baik dikomunikasikan dulu. Kami terbuka siapapun bisa datang langsung ke dapur kami," pungkasnya.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan