Detik: Hujan Mikroplastik Terjadi di Bodetabek, Bukan Hanya Jakarta

admin.aiotrade 21 Okt 2025 3 menit 14x dilihat
Detik: Hujan Mikroplastik Terjadi di Bodetabek, Bukan Hanya Jakarta

Hujan di Jakarta Bukan Hanya Air, Tapi Juga Mikroplastik

Hujan yang turun di Jakarta tidak hanya membawa air, tetapi juga partikel mikroplastik. Peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkapkan bahwa partikel plastik halus dapat terbawa oleh angin dan jatuh bersama hujan hingga ke wilayah seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Muhammad Reza Cordova, peneliti BRIN, menjelaskan bahwa kemungkinan air hujan mengandung mikroplastik di Jakarta dapat menyebar ke daerah penyangga Bodetabek. Mikroplastik ini bisa terbawa ke daerah lain melalui udara dan angin. Ia menyampaikan hal ini kepada wartawan pada Selasa (21/10/2025).

"Udara dan angin yang membawa mikroplastik ini selalu bergerak, kemungkinan besar juga terjadi di wilayah sekitar Jabodetabek," ujarnya.

Menurutnya, Jabodetabek merupakan satu kesatuan ekoregion perkotaan dengan aktivitas padat, jalur transportasi yang ramai, serta kawasan industri dan permukiman. Ditambah lagi, banyaknya pembakaran terbuka juga memperparah masalah ini.

"Semua daerah bisa melepaskan partikel mikroplastik ke udara. Terlebih, ukuran mikroplastik sangat kecil dan ringan, sehingga mudah terbawa angin dan berpindah antar wilayah," tambahnya.

Ia menjelaskan bahwa fenomena ini termasuk dalam kategori "atmospheric microplastic deposition". Sistem cuaca dan awan yang bergerak secara regional membuat satu sumber polusi di kota besar dapat berdampak hingga ratusan kilometer.

"Jadi, meskipun titik sampelnya diambil di Jakarta, secara atmosferik wajar jika partikel serupa juga jatuh bersama hujan di wilayah Jabodetabek," paparnya.

Langkah Pencegahan yang Dapat Dilakukan

Reza Cordova menyarankan beberapa langkah pencegahan untuk mengurangi penyebaran mikroplastik. Salah satunya adalah mengendalikan sumber mikroplastik dari awal. Menurut dia, pengurangan pembakaran terbuka dan pengelolaan sampah yang tidak terkendali menjadi langkah penting.

"Karena proses itu melepaskan partikel plastik halus ke udara. Kita juga perlu lebih bijak dalam konsumsi plastik sekali pakai, seperti plastik kresek, plastik sachet, botol plastik, gelas plastik, puntung rokok, dll," ungkapnya.

Selain itu, ia mengusulkan untuk memperbanyak sistem daur ulang di tingkat rumah tangga dan industri. Reza menegaskan bahwa setiap industri harus didorong untuk bertanggung jawab terhadap limbah mikroplastik.

"Untuk saya, langkah kecil seperti memilah sampah, tidak membakar plastik, dan menjaga kebersihan saluran air juga punya dampak besar," katanya.

"Karena pada dasarnya, setiap plastik yang tidak kita buang sembarangan, berarti satu sumber mikroplastik yang tidak terlepas ke udara dan tidak ikut jatuh bersama hujan," imbuhnya.

Temuan Penelitian Mengenai Mikroplastik dalam Air Hujan

Sebelumnya, Reza Cordova mengungkapkan temuan partikel mikroplastik dalam air hujan yang turun di wilayah Jakarta. Penelitian yang dilakukan sejak 2022 menunjukkan adanya mikroplastik dalam setiap sampel air hujan di Jakarta. Partikel ini terbentuk dari degradasi limbah plastik secara tidak sempurna dan menyebar lewat udara.

Menurut Reza, mikroplastik tersebut berasal dari serat sintetis pakaian, debu kendaraan dan ban, sisa pembakaran sampah plastik, serta degradasi plastik di ruang terbuka. Mikroplastik yang ditemukan umumnya berbentuk serat sintetis dan fragmen kecil plastik, terutama polimer seperti poliester, nilon, polietilena, polipropilena, hingga polibutadiena dari ban kendaraan. Rata-rata ditemukan sekitar 15 partikel mikroplastik.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan