Devisa RI Naik Jadi 149,9 Miliar Dolar, Didorong Emisi Global Bond

admin.aiotrade 07 Nov 2025 3 menit 17x dilihat
Devisa RI Naik Jadi 149,9 Miliar Dolar, Didorong Emisi Global Bond

Peningkatan Cadangan Devisa Indonesia pada Akhir Oktober 2025

Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Oktober 2025 mencapai angka yang signifikan. Berdasarkan data dari Bank Indonesia (BI), cadangan devisa negara ini sebesar US$ 149,9 miliar atau setara dengan Rp 2.504,3 triliun (dengan kurs Rp 16.707 per dolar AS). Angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan posisi pada akhir September 2025, yang tercatat sebesar US$ 148,7 miliar atau Rp 2.483,1 triliun.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Denny Prakoso, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, menjelaskan bahwa kenaikan cadangan devisa tersebut berasal dari berbagai sumber, salah satunya adalah penerbitan global bond oleh pemerintah. Dalam pernyataannya, ia menyebutkan bahwa kebijakan pemerintah dalam menghadapi situasi pasar keuangan global yang masih dinamis telah memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan cadangan devisa.

Penerbitan Global Bond oleh Pemerintah

Salah satu contoh penerbitan global bond yang dilakukan oleh pemerintah adalah Surat Utang Negara (SUN) dalam mata uang asing dolar Australia (AUD). Penerbitan instrumen ini, yang juga dikenal sebagai Kangaroo Bond, dilakukan pada 7 Agustus 2025. SUN dalam bentuk Australia’s Medium Term Notes senilai AUD 800 juta menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi keuangan negara.

Selain itu, pemerintah juga melakukan penerbitan SUN dalam mata uang Chinese Renminbi (CNH) atau Dim Sum Bonds. Ini merupakan penerbitan global bond pertama Indonesia dengan format SEC Shelf Registered senilai CNH 6 miliar. Penerbitan ini menunjukkan semakin meningkatnya minat investor internasional terhadap instrumen keuangan Indonesia.

Kontribusi Penerimaan Pajak dan Jasa

Selain dari penerbitan obligasi, peningkatan cadangan devisa juga didukung oleh penerimaan pajak dan jasa. Kondisi ini terjadi di tengah kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah yang diterapkan oleh BI. Langkah-langkah ini bertujuan untuk menghadapi ketidakpastian pasar keuangan global yang masih tinggi.

Cadangan Devisa yang Cukup untuk Masa Depan

Menurut Denny, posisi cadangan devisa pada akhir Oktober 2025 setara dengan pembiayaan selama 6,2 bulan impor atau 6,0 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Selain itu, cadangan devisa ini masih berada di atas standar kecukupan internasional, yaitu sekitar tiga bulan impor.

“Bank Indonesia menilai cadangan devisa ini mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” ujar Denny.

Prospek Ketahanan Sektor Eksternal

Ke depan, BI yakin bahwa ketahanan sektor eksternal tetap kuat. Hal ini didukung oleh prospek ekspor yang stabil dan arus masuk penanaman modal asing yang diperkirakan terus berlanjut. Persepsi positif dari para investor terhadap prospek ekonomi domestik dan imbal hasil investasi yang menarik menjadi faktor pendukung utama.

“Bank Indonesia terus meningkatkan sinergi dengan pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” kata Denny.

Tantangan dan Peluang di Masa Depan

Meski ada tantangan di tengah ketidakpastian global, BI tetap optimis dengan kemampuan Indonesia dalam menjaga stabilitas ekonomi. Penyelarasan kebijakan antara BI dan pemerintah akan terus dilakukan untuk memastikan bahwa cadangan devisa tetap cukup dan dapat digunakan secara optimal.

Dengan posisi cadangan devisa yang kuat, Indonesia memiliki fondasi yang solid untuk menghadapi berbagai risiko ekonomi global. Langkah-langkah proaktif yang diambil oleh BI dan pemerintah akan terus memastikan bahwa stabilitas ekonomi tetap terjaga, sekaligus mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan