
Performa IKEA di Indonesia Masih Merugi
PT DFI Retail Nusantara Tbk (HERO) mengungkapkan bahwa kinerja toko perabot dan dekorasi asal Swedia, IKEA, yang menjadi mitra perusahaan masih merugi di dalam negeri pada periode Januari-September 2025. Meskipun telah melakukan berbagai langkah seperti menurunkan harga produk dan menjualnya melalui lokapasar, IKEA tetap mengalami kerugian.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Direktur HERO, Paulus Raharja, menjelaskan bahwa penyebab utama kerugian IKEA adalah karena sebagian besar konsumen yang berkunjung tidak membeli furniture. Selain itu, tujuh toko IKEA di dalam negeri belum dapat diakses oleh masyarakat secara luas.
"Performa IKEA masih banyak tantangan, terutama karena konsumen memiliki waktu berpikir yang panjang sebelum berbelanja furniture dalam kondisi ekonomi tahun ini," ujar Paulus dalam paparan publik di kantornya, Selasa (9/12).
Meski demikian, Paulus mengklaim bahwa nilai kerugian IKEA telah dikurangi lebih dari 50% secara tahunan pada sembilan bulan pertama tahun ini. Salah satu inovasi yang membantu mengurangi kerugian tersebut adalah penggunaan lokapasar seperti Shopee, Tokopedia, dan TikTok Shop.
Strategi Baru untuk Meningkatkan Penjualan
Penggunaan lokapasar dinilai efektif dalam menjawab tantangan keterbatasan akses masyarakat terhadap toko IKEA. Saat ini, kebanyakan toko IKEA berdiri sendiri di luar pusat perbelanjaan, kecuali IKEA Surabaya yang berada di Mall Ciputra World dan IKEA Mal Taman Anggrek.
"Kontribusi penjualan melalui e-commerce tidak kalah dengan penjualan toko fisik atau sekitar 4% dari total penjualan. Jadi, penjualan secara daring kurang lebih sama dengan menambah satu toko fisik IKEA," jelasnya.
Selain masuk ke lokapasar, Paulus juga menyatakan bahwa IKEA telah melakukan pemotongan harga pada sebagian besar produknya pada tahun ini. Langkah ini dianggap penting karena sensitivitas harga tinggi di pasar domestik.
Sebagai informasi, strategi pemotongan harga juga dilakukan oleh Ingka Group, peritel IKEA terbesar di dunia. Secara rinci, semua produk IKEA di Jerman hingga Jepang telah dipotong sekitar 20% sejak tahun lalu.
"Ada respon yang baik oleh pasar ketika kami menurunkan harga, karena konsumen menyukai harga yang lebih rendah. Saat digabung dengan penjualan di lokapasar, kami optimistis IKEA dapat mencetak keuntungan tahun depan," tambahnya.
Pertumbuhan Pendapatan HERO
Walaupun IKEA masih merugi, HERO berhasil membukukan pertumbuhan pendapatan penjualan eceran sebesar 7,06% pada Januari-September 2025. Pendapatan tersebut meningkat dari Rp 3,69 triliun pada periode yang sama tahun lalu menjadi Rp 3,93 triliun.
Paulus menjelaskan bahwa capaian ini didorong oleh pertumbuhan penjualan oleh merek dagang Guardian yang tumbuh lebih dari 10% pada periode yang sama. Hal ini menunjukkan bahwa strategi yang diterapkan oleh HERO mulai memberikan hasil yang positif.
Tantangan dan Harapan di Masa Depan
Meski ada progres, Paulus mengakui bahwa masih banyak tantangan yang dihadapi oleh IKEA di Indonesia. Namun, ia tetap optimis bahwa dengan kombinasi strategi penjualan online dan penyesuaian harga, IKEA dapat segera mencapai titik untung.
Tidak hanya itu, pihaknya juga akan terus memperkuat kolaborasi dengan mitra-mitra strategis untuk meningkatkan daya saing dan memperluas pangsa pasar. Dengan demikian, harapan besar ditempatkan pada kemampuan IKEA untuk bangkit dan memberikan kontribusi signifikan bagi pertumbuhan bisnis HERO.