
Eksperimen Panel Surya di Banjarmasin: Penghematan Listrik dan Kesiapan Masa Depan
Di tengah keramaian kawasan gang sempit Kelurahan Alalak Utara, RT 13, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, terdapat satu rumah yang menarik perhatian. Empat panel surya terpasang di atapnya, menghadap ke langit dan memantulkan cahaya matahari setiap hari. Perangkat ini menjadi bagian dari eksperimen seorang warga bernama Roy Wishnu Purnama, yang kini menikmati manfaat penghematan biaya listrik bulanan.
Roy bekerja sebagai pegawai negeri sipil di Balai Kesehatan Olahraga Masyarakat (BKOM) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). Sebelum pandemi, ia kesulitan menekuni minatnya dalam bidang energi terbarukan karena kesibukan pekerjaan. “Keinginan sudah lama ada, tapi karena sibuk, jadinya belum bisa terealisasi,” ujar Wishnu.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Perubahan besar terjadi pada 2020 ketika aktivitas terhenti akibat pandemi. Saat itu, banyak orang harus bekerja dari rumah, termasuk dirinya. Inilah saatnya Wishnu mulai mengejar rasa ingin tahunya yang selama ini tertunda. Selama minggu-minggu awal pandemi, ia menghabiskan waktu untuk membaca referensi dan menonton panduan perakitan sistem panel surya.
“Saya belajar dari buku dan YouTube untuk merangkainya,” katanya. Ia kemudian memesan komponen dasar dan merakitnya di ruang tengah rumah. Prosesnya tidak mudah. Beberapa bagian harus dipasang berulang-ulang hingga ia merasa yakin rangkaian tersebut aman untuk dicoba.
Percobaan pertamanya menggunakan satu panel dengan sistem off-grid, di mana energi matahari disimpan di baterai sebelum digunakan. Meskipun beberapa perangkat rumah dapat menyala, sistem ini memiliki kendala seperti perlu pengecekan berkala dan pengisian cairan baterai. Akhirnya, Wishnu beralih ke sistem inverter on-grid dengan empat panel.
Dengan sistem on-grid, energi dari panel langsung mengalir ke perangkat rumah. Kelebihan energi otomatis masuk ke jaringan PLN, sedangkan listrik PLN kembali mengalir saat cuaca tidak mendukung atau malam tiba. Hasil dari eksperimen ini mulai terlihat. Sebelum menggunakan panel surya, tagihan listrik bulanannya mencapai Rp1,5 juta. Setelah sistem stabil, tagihan turun ke kisaran Rp800 ribu–Rp900 ribu, atau hemat lebih dari 40 persen.
Modal awal sekitar Rp10 juta diperkirakan kembali dalam waktu tiga tahun. Panel surya kini menopang sejumlah perangkat yang menyala lebih lama, seperti dua lemari es, boks pendingin besar, pompa air, dan pemanas air. Sekitar sepertiga dari total kebutuhan listrik hariannya bergantung pada energi matahari.
Meski demikian, Roy menegaskan instalasi tetap membutuhkan perhatian, terutama pemilihan kabel yang sesuai agar aman digunakan dalam jangka panjang. Perawatan panel tidak sulit. Sesekali, terutama setelah hujan atau angin kencang, Roy naik ke atap untuk membersihkannya.
Kegiatan ini sering membuat tetangga bertanya tentang cara kerja panel dan perbandingan biaya sebelum dan sesudah menggunakan energi matahari. Beberapa warga bahkan mulai mempertimbangkan untuk mengikuti jejaknya jika tabungan cukup.
Eksperimen Roy tidak berhenti sampai di situ. Ia memiliki rencana mengembangkan sistem menjadi hybrid, sehingga energi tetap bisa disimpan sambil tetap terhubung dengan jaringan PLN. Rencana tersebut termasuk penambahan panel hingga menjadi 20 unit. Namun, ia masih menimbang biaya perangkat, khususnya inverter yang nilainya tidak kecil.
Bagi Roy, langkahnya bukan upaya besar atau proyek khusus. Ia menganggap inisiatif itu hanya bentuk pemanfaatan sumber energi yang hadir setiap hari tetapi belum banyak diraih oleh warga sekitar.