Di Balik Peningkatan Angka, Suara Korban Mulai Terdengar, Tren Kekerasan di Kota Malang Meningkat

admin.aiotrade 21 Okt 2025 3 menit 10x dilihat
Di Balik Peningkatan Angka, Suara Korban Mulai Terdengar, Tren Kekerasan di Kota Malang Meningkat
Di Balik Peningkatan Angka, Suara Korban Mulai Terdengar, Tren Kekerasan di Kota Malang Meningkat

Fenomena Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Kota Malang Meningkat, Tapi Ada Sisi Positif

Kota Malang kini tengah menghadapi fenomena meningkatnya laporan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Data yang dirilis oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) menunjukkan bahwa hingga Oktober 2025, telah tercatat sebanyak 165 laporan pengaduan yang masuk ke UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Angka ini naik sekitar 37,5 persen dibandingkan tahun 2024 yang hanya mencatat 120 laporan.

Sekretaris Dinsos-P3AP2KB Kota Malang, Kenprabandari Aprilia atau yang akrab disapa Niken, menjelaskan bahwa kenaikan jumlah laporan tidak semata-mata menunjukkan peningkatan kasus kekerasan, tetapi juga menunjukkan keberhasilan dalam upaya sosialisasi dan pemberdayaan korban untuk berani melapor.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Tahun ini, laporan meningkat karena kesadaran masyarakat juga tumbuh. Banyak korban yang dulu diam, kini berani mengungkapkan pengalaman mereka,” ujar Niken, Senin (20/10/2025).

Faktor Ekonomi dan Kasus yang Sudah Lama Terjadi

Dari total laporan tersebut, satu di antaranya melibatkan anak penyandang disabilitas sebagai korban. Dinsos mencatat bahwa faktor ekonomi menjadi salah satu pemicu utama terjadinya kekerasan dalam rumah tangga maupun terhadap anak.

Namun, di balik meningkatnya kasus, ada sisi positif bahwa semakin banyak korban mulai mempercayai lembaga resmi untuk mendapatkan perlindungan. Menurut Niken, banyak laporan yang masuk justru berasal dari kejadian lama yang baru dilaporkan belakangan ini.

“Biasanya kasus sudah terjadi cukup lama, tapi korban baru berani datang melapor setelah ada dorongan dari lingkungan dan sosialisasi yang kami lakukan,” jelasnya.

Penanganan Profesional dan Kerja Sama Lintas Sektor

Dinsos-P3AP2KB Kota Malang memastikan setiap laporan tidak berhenti di meja administrasi. Setiap kasus akan ditindaklanjuti oleh tim profesional yang terdiri dari konselor, psikolog, serta tenaga sosial berpengalaman. Pendekatan ini dilakukan agar setiap korban mendapat pendampingan menyeluruh, baik secara hukum maupun psikologis.

Kerja sama lintas sektor juga menjadi strategi penting yang diterapkan. “Kami bekerja sama dengan konselor dan psikolog untuk memberikan layanan terpadu bagi korban. Tujuan kami bukan hanya menangani kasus, tapi juga memulihkan kepercayaan diri korban,” tegas Niken.

Upaya Pencegahan Kekerasan Sejak Dini

Dengan meningkatnya jumlah laporan, Dinsos menilai bahwa masyarakat Malang kini semakin memahami pentingnya perlindungan hukum bagi perempuan dan anak. Ke depan, program edukasi dan sosialisasi akan terus diperkuat agar kekerasan dapat dicegah sejak dini, bukan hanya ditangani setelah terjadi.

Kenaikan angka laporan ini menjadi simbol perubahan sosial: bahwa keberanian untuk bersuara kini mulai menggantikan budaya diam yang selama ini membungkam para korban.

Langkah-Langkah yang Dilakukan Oleh Dinsos-P3AP2KB

  • Penanganan Kasus: Setiap laporan akan ditindaklanjuti oleh tim profesional yang terdiri dari konselor, psikolog, serta tenaga sosial berpengalaman.
  • Pendampingan Korban: Korban akan diberikan pendampingan menyeluruh, baik secara hukum maupun psikologis.
  • Kerja Sama Lintas Sektor: Dinsos bekerja sama dengan konselor dan psikolog untuk memberikan layanan terpadu bagi korban.
  • Edukasi dan Sosialisasi: Program edukasi dan sosialisasi akan terus diperkuat agar kekerasan dapat dicegah sejak dini.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan